Minggu, 17 November 2019


Rumah Adat Tionghoa di Sanggau Butuh Sokongan APBD

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 63
Rumah Adat Tionghoa di Sanggau Butuh Sokongan APBD

RUMAH ADAT - Rumah Adat Tionghoa di Jalan Pancasila, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Sanggau yang belum rampung dibangun.

SANGGAU, SP - Pembangunan Rumah Adat Tionghoa masih butuh alokasi anggaran Pemerintah Kabupaten Sanggau. Pasalnya, sejak di-launching awal Januari 2014 silam, rumah adat yang terletak di Jalan Pancasila, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Sanggau itu belum juga rampung dibangun.

“Kalau untuk bangunan fisiknya sekitar 80 persen sudah selesai, itu hanya gedungnya jak ya, belum pagar dan timbunan. Kemudian di dalam itukan ada panggung, nah itu juga belum,” kata Ketua Panitia Pembangunan Rumah Adat Tionghoa Fuktono kepada wartawan, Minggu (3/11).

Ia menyebut, masih dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar lagi untuk merampungkan seluruh bagian dalam dan luar bangunan. 

“Harapan saya, di pembahasan APBD tahun anggaran 2020 ini, Pak Bupati bisa menganggarkan kembali pembangunan Rumah Adat Tionghoa. Karena memang rumah adat tersebut sangat dibutuhkan oleh kami sebagai warga Tionghoa untuk pengembangan kebudayaan Tionghoa ke depan,” ucap Fuktono.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Sanggau yang telah meraih Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi tahun 2019 kategori pemerintah daerah dari Kemendikbud. Menurut Fuktono, penghargaan itu memang layak disematkan kepada Pemkab Sanggau di bawah kepemimpinan Paolus Hadi.

“Menurut saya sangat pantaslah kalau pak Bupati Paolus Hadi sebagai kepala daerah kita menerima penghargaan itu. Karena kiprah beliau untuk membangun kebudayaan di Sanggau memang luar biasa,” ucap Fuktono.

Oleh karena itu, ia berharap, pekerjaan rumah Pemkab Sanggau yang belum selesai terkait dua rumah adat di Kabupaten Sanggau yakni rumah adat Melayu dan rumah adat Tionghoa, agar segera dituntaskan.

Terpisah, anggota DPRD Sanggau H Samiun mengatakan, pembangunan dua rumah adat baik Melayu maupun Tionghoa sangat penting dalam upaya mendukung program dan kegiatan pemerintah daerah bidang kebudayaan.

“Yang kasat mata yang bisa kita lihat inikan ada dua, rumah ada Melayu di Komplek Sabang Merah dan rumah adat Tionghoa di jalan Pancasila. Saya berharap bisa dianggarkan tahun ini di APBD 2020 supaya nanti bisa segera dikerjakan di tahun depan,” pungkasnya. (jul)