Minggu, 17 November 2019


Sanggau Lepas dari Status Kabupaten Tertinggal

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 119
Sanggau Lepas dari Status Kabupaten Tertinggal

Bupati Kabupaten Sanggau, Paolus Hadi

SANGGAU, SP – Kabupaten Sanggau terus berbedah, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini resmi keluar dari status sebagai kabupaten tertinggal. Sebelumnya, kabupaten menjadi salah satu kabupaten tertinggal di Provinsi Kalimantan Barat.

“Kita patut bersyukur karena Kabupaten tertinggal di Kalbar ini hanya tinggal delapan. Dan Sanggau tidak termasuk diantara kabupaten itu lagi,” kata Bupati Sanggau Paolus Hadi, baru-baru ini.

Bupati dua periode ini optimis, setelah lepas dari status kabupaten tertinggal, Kabupaten Sanggau akan lebih maju dan terdepan. Apalagi Pemkab Sanggau akan mendapat pendampingan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Program jaringan internet misalnya, dibeberkan Paolus, Sanggau tidak lagi masuk dalam daftar program tersebut. “Karena sudah keluar dari status kabupaten tertinggal, kita tidak lagi mendapat program fisik,” ucapnya.

Meski tidak lagi mendapat program tersebut, Paolus mengatakan, pemenuhan kebutuhan internet bagi masyarakat sebagai upaya memperluas dan mempercepat akses informasi tetap akan dilakukan pemerintah daerah. 

“Nah, saya lihat di dalam daftar Sanggau ndak masuk, meski sebelumnya kementerian meminta meminta kepada kabupaten tertinggal untuk mengusulkan jaringan internet. Sebenarnya rugi juga kita, tapi tetap itu prioritas kita. Dan sekarang ini sudah 58 persen, ini tentu akan terus kita dorong,” ujarnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sanggau ini menambahkan, Sanggau juga tidak lagi masuk kabupaten dengan kategori miskin. 

“Kita se-Kalimantan Barat yang angka kemiskinannya paling rendah. Makanya sisa 10.645 ribu dari 483 ribu penduduk Sanggau. Tapi semiskin-miskinnya orang Sanggau ini setahu saya pasti tetap bisa makan,” pungkasnya. (jul)

Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah 

Wakil Ketua LSM Citra Hanura Kabupaten Sanggau Abdul Rahim, mengapresiasi lepasnya Sanggau dari status kabupaten tertinggal. Ia berharap, setelah lepas dari status tersebut, Pemkab Sanggau melalui OPD terkait mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan lepasnya Sanggau dari status kabupaten tertinggal, berarti Sanggau dituntut untuk mandiri. Karena itu, sumber-sumber pendapatan daerah perlu ditingkatkan. OPD terkait harus lebih inovatif,” ujarnya, Senin (4/11).

Dengan meningkatnya pendapatan daerah, kata Rahim, kemampuan keuangan daerah akan maksimal dalam membiayani pembangunan yang prioritas dan mendesak. “Sektor-sektor yang berpotensi untuk meningkatkan pendapatan daerah perlu diperhatikan dan sumber pendapatan yang ada harus terus digenjot,” harapnya.

Rahim menambahkan, program bantuan pemerintah pusat yang selama ini diperoleh karena status Sanggau yang masih sebagai kabupaten tertinggal kemungkinan akan terhenti. “Tetapi itu (tidak lagi sebagai kabupaten tertinggal) bukan juga berarti tidak bisa mendapat program pusat. Artinya, lobi-lobi harus tetap dilakukan melalui pendekatan program serta kegiatan yang sesuai dengan program kementerian misalnya,” tutupnya. (jul)