Minggu, 17 November 2019


37 Balon Kepsek Ikut Seleksi Substansi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 63
37 Balon Kepsek Ikut Seleksi Substansi

TANDA PESERTA - Wabup Sanggau Yohanes Ontot didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sudarsono saat mengalungkan tanda peserta seleksi calon kepala sekolah di Hotel Meldy Sanggau, Rabu (6/11).

SANGGAU, SP - Sebanyak 37 bakal calon (balon) kepala sekolah (Kepsek) di Kabupaten Sanggau mengikuti seleksi substansi di Hotel Meldy Sanggau, Rabu (6/11). Kegiatan ini merupakan rangkaian seleksi calon kepsek yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau Sudarsono mengatakan, bakal calon kepala sekolah yang mengikuti seleksi substansi ini adalah mereka yang sudah lolos seleksi administrasi berupa penilaian terhadap sejumlah dokumen. 

“Setelah seleksi substansi ini, akan ada proses seleksi calon kepala sekolah ke tahap selanjutnya. Yaitu, bagi yang lolos seleksi substansi ini, maka akan mengikuti pendidikan dan pelatihan yang akan diselenggarakan LPPKS (Lembaga Pemberdayaan Penyiapan Kepala Sekolah),” ujarnya.

Menurutnya, seleksi ini akan dilaksanakan berkesinambungan karena sudah banyak kepala sekolah yang pensiun. 

“Peserta kali ini berjumlah 37 orang dan tahun depan juga diharapkan 37 orang lagi. Mereka dipersiapkan karena banyak kepala sekolah yang sudah pensiun sehingga perlu pengganti,” ujar Sudarsono.

Sementara itu, saat membuka kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot berpesan kepada seluruh peserta agar benar-benar memanfaatkan seleksi substansi dengan baik dan sungguh-sungguh.

Wabup dua periode ini menyebut, kepala sekolah maupun calon kepala sekolah memang harus diperkuat, baik dalam hal kepemimpinan maupun dan manajerial. Sehingga pengelolaan sekolah dapat berjalan dengan baik dan mampu membawa perubahan ke arah kemajuan. 

“Kepimpinan bukan hanya ngurus masalah orang, uang dan peralatan saja. Tetapi juga masalah penataan lingkungan sekolah, kebersihan gedung sekolah maupun halaman sekolah agar kelihatan indah dan sehat. Dan guru juga diharapkan bermasyarakat, berbaur dengan masyarakat setempat di manapun tempat tugas,” kata Ontot.

Wabup mengingatkan, guru punya tantangan berat dalam mempersiapkan sumber daya manusia generasi muda yang handal. 

“Guru harus berintegritas tinggi. Persiapkan generasi penerus bangsa dengan baik. Hindari paham-paham yang dapat memecah belah persatuan agar daerah tetap aman dan nyaman serta kondusif. Harapan saya seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini semuanya lulus, sehingga dapat mengikuti tahap-tahap berikutnya,” pungkas Ontot. (jul)