Minggu, 17 November 2019


SUTT 150 KV Tayan-Sanggau Selesai Tahun Ini

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 56
SUTT 150 KV Tayan-Sanggau Selesai Tahun Ini

CINDERAMATA - General Manager PLN UIP Kalbar Rachmad Lubis memberikan cinderamata berupa plakat kepada Bupati Sanggau Paolus Hadi usai menyampaikan progress pembangunan SUTT 150 kV Tayan-Sanggau, Rabu (6/11). IST

SANGGAU, SP - PT PLN Unit Induk Pembangunan (IUP) Kalbar bertemu Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH), Rabu (6/11). Dalam pertemuan itu, General Manager PLN UIP Kalbar Rachmad Lubis menyampaikan progress pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 Kilovolt (kV) Tayan-Sanggau.

Menurut Rachmad Lubis, pembangunan jalur transmisi itu ditargetkan selesai pada tahun ini, dimana setidaknya satu sirkit sudah dapat beroperasi. 

“Apabila transmisi tersebut telah beroperasi, maka akan terhubung ke sistem kelistrikan khatulistiwa. Dengan terhubunganya transmisi ke dalam sistem, nantinya pembangkit-pembangkit listrik berbahan diesel di Sanggau akan dapat dimatikan, sehingga biaya produksi listrik dapat lebih efisien dan tentunya penyaluran listrik menjadi lebih andal,” katanya.

Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) adalah sarana di atas tanah untuk menyalurkan tenaga listrik dari Pusat Pembangkit ke Gardu Induk (GI) atau dari GI ke GI lainnya yang terdiri dari kawat atau konduktor yang direntangkan antara tiang-tiang melalui isolator-isolator dengan sistem tegangan tinggi.

Bagian-bagian utama dari SUTT adalah terdiri dari menara (tower atau tiang transmisi), isolator, kawat penghantar, dan kawat tanah.

Lubis menyebut, jalur transmisi (SUTT 150 kV Tayan-Sanggau dan SUTT 150 kV Ketapang-Sukadana) yang membentang sepanjang 146,7 kilometer merupakan salah satu prioritas pembangunan ketenagalistrikan di bagian utara Kalimantan Barat. 

“Total terdapat 235 tapak tower dibangun yang melintasi 19 desa dan 6 kecamatan,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sanggau Paolus Hadi menyampaikan dukungannya demi kelancaran proyek strategis nasional tersebut. Menurutnya, dibangunnya infrastruktur kelistrikan itu tentu akan membuat suplai listrik ke masyarakat semakin handal.

“Kami berharap terhubungnya transmisi ini ke sistem khatulistiwa, desa-desa di Sanggau yang belum teraliri listrik bisa segera menikmati listrik. Sehingga Sanggau Terang dapat terwujud dalam lima tahun ke depan,” ucapnya.

Selain itu kata bupati, tentu akan membantu pemerintah daerah dalam menarik investor masuk. 

“Kami berencana untuk menjadikan wilayah Sungai Batu sebagai area industri. Sehingga ketersediaan listrik menjadi poin penting untuk dapat menarik para investor,” ucap Paolus.

Terkait kendala yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sanggau ini menegaskan, pemerintah daerah berkewajiban dalam mengamankan dan mendukung program strategis nasional tersebut. 

“Jangan sampai ada kendala yang menghambat pembangunan jaringan transmisi ini. Kami siap membantu PLN apabila terdapat hambatan maupun kendala di lapangan,” pungkas Paolus. 

Warga Sanggau berharap dengan semakin baiknya infrastruktur kelistrikan PLN, suplai listrik bisa semakin baik. Terutama terkait pemadaman bergilir karena adanya kegiatan pemeliharaan jaringan yang dilakukan perusahaan plat merah tersebut.

“Saya berharap PLN benar-benar memperhatikan pemeliharaan pembangkit listrik agar suplai listrik tidak terganggu. Begitu juga dengan pemeliharaan jaringan, perlu dicarikan solusi agar pemeliharaan jaringan tidak sering dilakukan PLN,” ujar warga Simpang Tanjung, Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, Supeno, Rabu (6/11).

Menurut dia, kalau ada kendala yang dihadapi petugas PLN dalam memelihara jaringan listrik di lapangan, hal itu perlu disampaikan ke pemerintah daerah. 

“Apa kendalanya, menurut saya perlu disampaikan ke pemerintah daerah untuk mencari solusi,” ucap Supeno.

Ia mencontohkan di tempat tinggalnya, listrik kerap kali padam. Baik pemadaman  karena pemeliharaan jaringan maupun karena gangguan kelistrikan. 

“Memang akhir-akhir ini pemadaman tidak separah tahun-tahun yang lalu. kalau tahun-tahun sebelumnya itu, pemadaman bisa delapan jam. Tapi sekarang kalau padam pukul 08.00 wib, nyala lagi pukul 12.00 wib ke atas,” tutup Supeno. (jul)