Senin, 27 Januari 2020


Peserta BPJS di Sanggau Ramai-ramai Ajukan Turun Kelas

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 80
Peserta BPJS di Sanggau Ramai-ramai Ajukan Turun Kelas

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Sanggau Dian

SANGGAU, SP - Masyarakat di Kabupaten Sanggau ramai-ramai menurunkan kelas layanan BPJS Kesehatan. Berdasarkan data BPJS Kesehatan setempat per 7 Januari 2020, tercatat 558 peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU/Mandiri) telah mengajukan turun kelas. 

“Jumlah tersebut terjadi selama periode Desember 2019 sampai dengan 7 Januari 2020,” ungkap Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Sanggau Dian saat dikonfirmasi via selular, Rabu (8/1).

Menurut dia, angka turun kelas oleh peserta JKN-KIS tersebut salah satunya dipicu oleh kesanggupan membayar masyarakat atas penyesuaian iuran per 1 Januari 2020. Saat ini, iuran BPJS mandiri sebelumnya untuk kelas 3 sebesar Rp25.500 menjadi Rp42.000. Kelas 2 dari Rp51.000 menjadi Rp110.000 dan kelas 1 dari Rp80.000 menjadi Rp160.000. 

“Yang pekerja penerima Upah Badan Usaha, batas atasnya naik sebelumnya Rp8 juta menjadi Rp12 juta, itu batas bawahnya UMK,” beber Dian.

Diakui Dian, sebelum adanya penyesuaian iuran juga terdapat peserta yang turun kelas. Namun kali ini bisa jadi dipicu oleh faktor penyesuaian iuran, sehingga masyarakat sadar dan memutuskan sendiri untuk besaran iuran yang sanggup ia bayarkan setiap bulannya. 

“Jika kita kalkulasikan dari seluruh jumlah peserta segmen PBPU yang turun kelas saat ini hanya 1.18 persen dari total seluruh peserta PBPU Kabupaten Sanggau yang ada, yaitu sejumlah 47.064 peserta,” ungkapnya.

Untuk mempermudah peserta yang masih ingin melakukan turun kelas, BPJS Kesehatan memberikan program “Praktis” (Perubahan Kelas Tidak Sulit) selama periode 9 Desember-30 April 2020. 

“Ada 4 cara, diantaranya melalui Mobile Customer Servis (MCS), Call Centre 1500400, aplikasi Mobile JKN, dan terakhir datang langsung kekantor BPJS Kesehatan Kabupaten/Kota,” terang Dian.

Kepada peserta PBPU/Mandirim, ia juga mengimbau agar tetap aktif melakukan membayarkan iurannya paling lambat tanggal 10 setiap bulan, agar kartu tetap aktif dan dapat digunakan setiap saat. (jul)