Minggu, 26 Januari 2020


Warga Banyumas Ditemukan Meninggal di Kamar Penginapan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 100
Warga Banyumas Ditemukan Meninggal di Kamar Penginapan

DITEMUKAN TEWAS - Harli bin Mirsadi (50) ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar di salah satu penginapan di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (11/1). IST

SANGGAU, SP - Harli bin Mirsadi (50), ditemukan meninggal di kamar salah satu penginapan di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (11/1). Warga Rancabanteng RT 03 RW 02 Kelapa Gading Kulon, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah ini diduga meninggal dunia karena serangan jantung. 

Kapolres Sanggau AKBP Raymond Marcellino Masengi mengatakan, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berbincang-bincang dengan Ajang, pemilik penginapan. Saat itu, korban mengeluhkan sakit di dada dan kepala. 

Dari keterangan salah sorang saksi, korban sempat menelpon seseorang pada malam harinya. “Pada pukul 21.00 Wib, tetangga sebelah kamar penginapan korban bernama Reno Sugiono sempat mendengar suara korban sedang menelpon seseorang,” terang Kapolres.

Kemudian, lanjut Raymond, pada hari Sabtu, 11 Januari 2020, pemilik penginapan bersama Reno curiga ada sesuatu yang tidak biasa di kamar tersebut karena biasanya pukul 09.00 Wib korban sudah keluar kamar. 

“Sampai pukul 11.00 Wib (korban) tidak keluar kamar. Kemudian dilakukan pengecekan dengan mengetok-ngetok kamar korban, tetapi korban tidak membuka pintu kamar,” katanya.

Penasaran, dibeberkan Raymond, pemilik penginapan bersama Reno menuju ventilasi kamar korban untuk melihat kondisi di dalam kamar korban dan terlihat korban berada di dalam kamar dengan posisi terbaring menyamping sebelah kiri. 

Melihat hal tersebut, sambung Kapolres, pemilik penginapan curiga dan langsung menghubungi anggota Polsek Entikong untuk membuka kamar tersebut. 

“Setelah dibuka paksa dengan cara didobrak dan dilakukan pengecekan, korban sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Selanjutnya, Raymond mengatakan, anggota Polsek Entikong menghubungi Puskesmas Entikong untuk dibawa dan dilakukan visum. Berdasarkan pengecekan yang dilakukan dr Fani, ditubuh korban tidak ditemukan luka akibat kekerasan benda tumpul ataupun sajam. 

“Korban meninggal dunia karena sakit jantung karena di dekat korban ditemukan sembilan jenis obat jantung,” pungkas Kapolres. (jul)