Puisi-puisi Fiky Indra Gunawan Saputra

Sastra

Editor K Balasa Dibaca : 462

Puisi-puisi Fiky Indra Gunawan Saputra
ilustrasi.
Tentang Ranting
Setahun lalu
Ranting itu masih kokoh
Dengan banyak daun di sekelilingnya
Dan kini kau telah usang
Kau telah rapuh termakan usia
Kin, apa jasamu akan selalu teringat dalam ingatan?
Kau terjatuh tertiup angin
Tanpa sengaja datang Menabrak dan mematahkanmu

Pontianak, 26 Desember 2015    


Inginku Untukmu
Pintaku
Ingin menjadi pohon
Yang meneduhkan rumput-rumput liar  
Bukan rumah
Bukan juga yang lainnya  
Aku ingin menyejukkanmu
Saat matahari telah tegak berdiri
Saat terik menyinari separuh bagian bumi

Pontianak, 6 Desember 2015  


Pulang
Kampung halaman.
Aku rindu.
Aku rindu baumu.
Tanah kuningmu.
Hutanmu.
Masyarakatmu.

Pontianak, 1 Desember 2015


Senja di Pagi Hari
Malam menjadi keabu-abuan.
Gelap kini telah tergantikan.
Percikan-percikan cahaya kini telah hadir.
Sengaja bangkit dari tidur panjangmu.
Memberi harapan baru.
Memberi semangat baru.
Senja di pagi hari kau berikan percikan-percikan bagi hati kami.
Untuk kami anak-anak bangsa yang akan menyongsong hari baru.

Pontianak, 06 Agustus 2015  


Coretan di Meja Itu
Masih membawa kenangan lama Kenangan di mana kita selalu bersama
Duduk berdua beralaskan rumput
Berpayung pohon tembawang
Kau selalu berbicara
Aku mendengar dan terus mendengar
Entah berapa lama kita duduk berdua
Entah berapa ribu kata yang kau ucapkan
Aku akan setia mendengar semua itu
Walau sering kali ku merasa jenuh
Kau pandai menghibur pikiranku
Entah kapan masa itu kembali
Jika mungkin tuk kembali
Mungkin nanti di saat kita telah menua

Pontianak, 03 Desember 2015  


Penulis:
Fiky Indra Gunawan Saputra, memiliki nama pena ii. Lahir di Desa Trimulua, 22 Juli 1993. Beberapa kumpulan puisi dan cerpennya pernah diterbitkan bersama kawan-kawan Klub Menulis Pena Merah dengan judul Kau Masih di Indonesia (puisi), Perempuan dan Lipstik Merah (cerpen), dan Takdir Telapak Kaki (puisi). Beberapa kali ikut terlibat dalam acara literasi ke beberapa sekolah dalam ruang lingkup Kalbar bersama Kalbar Membaca dan Pustaka Rumah Aloy.