Disdikpora Sekadau Minta Iklan Rokok di Kawasan Pendidikan Dicabut

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1523

Disdikpora Sekadau Minta Iklan Rokok di Kawasan Pendidikan Dicabut
REKLAME - Terpampang sebuah iklan rokok di depan SMPN 1 Sekadau Hilir, di Jalan Merdeka Timur KM 1. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau, Djemain Burhan meminta perusahaan rokok tidak memasang iklan tepat di kawasan pendidikan. (
SEKADAU, SP –Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sekadau meminta kepada perusahaan rokok, agar tidak memasang iklannya di lingkungan pendidikan, seperti sekolah.

“Kalau mau pasang iklan silahkan, tapi sebaiknya jangan di lingkungan sekolah,” ujar Kadisdikpora Sekadau, Djemain Burhan, Rabu (23/3).

Menurutnya, desakan ini bertujuan untuk melindungi para generasi muda, dari dampak negatif mengkonsumsi rokok. Terlepas memiliki izin, dirinya berharap iklan tersebut, diganti dengan produk lainnya.


“Merokok ini lebih banyak merusak, tak hanya berdampak pada sisi ekonomi, tapi juga berpengaruh terhadap kesehatan dan dikhawatirkan akan menjurus pada penggunaan Narkoba,” imbuhnya.

Sementara itu, Manager Operasional Wahana Visi Indonesia Sekadau, Ignatius Anggoro menjelaskan, jika dilihat dari lokasi baliho memang tidak tepat berada di dalam kawasan pendidikan. “Tetapi mengarah ke sekolah,” katanya.

Dalam konvensi hak anak, ada empat prinsip yang diperjuangkan, pertama kepentingan yang terbaik untuk anak, non diskriminasi, hak untuk hidup kelangsungan hidup dan perkembangan, serta penghargaan terhadap pendapat anak.

"Dengan prinsip ini banyak hal yang dapat menjadi pertimbangan, apakah kebijakan daerah memang berdasar pada kepentingan terbaik untuk anak," tuturnya.

Secara praktis, walaupun iklan tidak berada tepat di sekolah, namun berada di depan fasilitas sekolah yang secara otomatis anak akan melihat publikasi iklan tersebut.

"Tujuan publikasi, adalah membuat orang tertarik dengan produk tersebut. Secara tidak langsung anak akan melihat iklan tersebut setiap harinya, dan merekam sejumlah hal yang dilihatnya," jelasnya.

Dalam revisi undang-undang perlindungan anak nomor 35 tahun 2014 ayat 45 b, pemerintah daerah, masyarakat dan orangtua wajib melindungi anak dari perbuatan yang mengangu kesehatan dan tumbuh kembangnya.

“Maka dari itu, apakah kita sudah benar melakukan amanat undang-undang tersebut. Ini bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi juga masyarakat dan orangtua,” terangnya.

Secara aturan pemasangan reklame tersebut, sudah dapat dikatakan benar. Namun, secara sosial pemasangan iklan tepat di depan sekolah ini, tidak baik bagi psikologis dan tumbuh kembang anak-anak.

"Bagaimana dengan kewajiban pemerintah, yang seharusnya melindungi kesehatan anak. Dilihat dari posisinya,  iklan ini benar-benar mengganggu psikologis dan kesehatan anak," terangnya.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sekadau, Zakaria Umar mengatakan, pihaknya sudah melepas sejumlah iklan rokok, yang berbentuk umbul-umbul di beberapa ruas jalan.

Sedangkan, untuk iklan reklame yang berada tepat di depan SMP Negeri 1 Sekadau tersebut, menurutnya sudah sesuai aturan yang ada.
“Itu bukan termasuk kawasan sekolah. Melainkan terminal,” ungkapnya.

Zakaria menjelaskan, iklan rokok tersebut juga telah mengantongi izin dari Pemerintah Kabupaten Sekadau, dengan nomor 61-09/650/159/KPMPT-REKLAME/2016.

Pemasangan iklan, juga berdasarkan Perda Sekadau Nomor 10 tahun 2005 Tentang Pajak Reklame dan Nomor 6 tahun 2011 Tentang Retribusi Perizinan Tertentu.

“Izin diberikan sesuai dengan hasil penelitian atas pemohon dengan kode daftar nomor 0954 tertanggal 17 Oktober 2014 dengan nama badan usaha PT Duta Cipta Sarana. Jangka waktu 22 Februari 2016 hingga 22 Februari 2017 mendatang,” jelasnya. (akh/bob)