Goa Lawang Kuari, Ikon Kabupaten Sekadau Kian Memprihatinkan

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1528

Goa Lawang Kuari, Ikon Kabupaten Sekadau Kian Memprihatinkan
Sejumlah pohon tumbang menimpa dan menutupi lokasi ikon Kabupaten Sekadau, Goa Lawang Kuari. Selain itu, sejumlah coretan dan tumbuhnya semak belukar di tiap sudut goa, menambah keprihatinan akan kondisi tempat bersejarah tersebut. SUARA PEMRED/ AKHMAL SE
Selain menjadi tempat wisata, Goa Lawang Kuari juga merupakan pusat peradaban berkembangnya tiga etnis di Kabupaten Sekadau, yakni Cina, Dayak dan Melayu (Cidayu). Sayangnya kondisi ikon daerah tersebut kian memprihatinkan.

Sudah berjalan12 tahun umur menjadi sebuah kabupaten, sudah banyak pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, seperti infrastruktur. Termasuk ikon Kabupaten Sekadau yang sering dibangga-banggakan oleh masyarakat dan juga pemerintah.

Tetapi pada kenyataannya, sejumlah tempat bersejarah tersebut sangat memprihatinkan, sehingga perlu adanya kebijakan khusus untuk menangani persoalan ini.

Salah seorang anak temenggung di Kabupaten Sanggau, Abo Oteng membenarkan kondisi tersebut. “Lawang Kuari memang diurus oleh secara kelembagaan oleh Lembaga Lawang Kuari Sekadau,” katanya.

Setelah, salah seorang temenggung yang dituakan wafat, maka lahan seluas dua hektar tersebut diberikan kepada pemerintah, sesuai dengan amanatnya. Ini bertujuan, agar kelestarian ikon daerah tersebut tetap terjaga.

“Kita lihat juga keseriusan Pemda untuk membangun Lawang Kuari. Kalau mampu sampai membangun sesuai konsep, pihaknya akan memberikan ikon tersebut sepenuhnya kepada Pemda sebagai pengelola. Tetapi kalau pembangunannya tersendat, maka akan dikembalikan lagi kepada yayasan,” ucap mantan Kades Seberang Kapuas.

Sesuai pantauan di lapangan, sejumlah coretan nampak terlihat di setiap sudut ikon kebanggaan masyarakat Sekadau tersebut. “Mereka menuliskan nama mereka sebagai tanda pernah mengunjungi goa. Tapi ini, justru mengotori keagungan alam yang indah tersebut. Dan ditambah lagi adanya pohon tumbang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informasi, Budaya dan Pariwisata (Dishubtelinfobudpar) Kabupaten Sekadau, Isbianto membenarkan kondisi itu.

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan juru kunci. “Tahun depan akan kita tata. Pemerintah Kabupaten Sekadau, juga sudah mengusulkan konsep, namun belum dapat diketahui, karena pemerintah pusat yang memutuskannya,” tuturnya. (akhmal setiadi musran/bob)