Kades Tembesuk, Kecamatan Nanga Mahap, Sekadau Anggap Instalatir Listrik Obral Janji

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1434

Kades  Tembesuk, Kecamatan Nanga Mahap, Sekadau Anggap Instalatir Listrik  Obral Janji
Menara SUTET. (www.pln.co.id)
SEKADAU, SP – Warga Desa Tembesuk, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, merasa dikelabui oleh tiga buah CV yang bergerak di bidang instalasi listrik.

Ketiga perusahaan tersebut, dianggap obral janji lantaran tak kunjung memasangkan listrik yang mereka janjikan sejak 2012 lalu.


“Kami kecewa, CV Mekar Karya sudah melakukan persetujuan. Di tahun 2014, dua CV lainnya. Yang jelas mereka obral janji akan memasang listrik dan hingga saat ini tidak pernah muncul dan tidak jelas pengurusannya,” ujar Kepala Desa Tembesuk, Rayadi,  Senin (4/4).

Ia menjelaskan, kondisi daerahnya sebenarnya sangat dekat dengan desa yang mempunyai gardu dari PLN di Desa Lembah Beringin.

Aksesnya hanya berjarak sekitar 3,7 km melalui jalan yang sudah rabat beton. Untuk itu, dia menegaskan, warganya siap berswadaya jika ada CV ataupun orang yang mau mengurus listrik di desanya.

“Komitmen kami siap gotong royong jika mengangkut tiang lsitrik, siap melakukan pembebasan lahan, dan intinya kami siap mendukung,” jelasnya.

Tercatat di desa tersebut ada dua dusun yang menjadi titik fokus dalam pengaliran listrik. Yakni di Dusun Tembesuk dan Dusun Sungai Mayong yang berjumlah KK hampir 370 dengan jumlah jiwa berkisar 900-an orang. 

 “Jadi, CV apapun yang datang dan serius untuk mengurus listrik maka kami siap membantu dari segi kelengkapan adminitrasi dan akses jalan serta kelengkapangan lainnya,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Sekadau, Handi meminta agar perusahaan instalator tidak mengumbar janji kepada warga. Dia berharap, setiap instalator melalui CV nya membuktikan kepada masyarakat dengan segera merealisasikan janji mereka.

“Daerah yang belum tersentuh listrik sebenarnya banyak bukan hanya Desa Tembesuk aja,” ujar politisi Gerindra itu.

Handi yang terpilih di Dapil II Desa Tembesuk, meminta pihak CV harus bisa menyampaikan apa yang menjadi kendala proyek sehingga mandek. “Kalau tidak bisa memasangkan listrik mereka harus menjelaskan apa kendalanya. Saya menegaskan jangan memberikan kesempatan ke CV yang ingkar janji,” tukasnya.  

Mengenai pemilik CV tersebut, hingga saat ini masih dalam penelusuran. Kabar ini berkembang dan disinyalir yang berperan adalah orang yang punya nama di Sekadau.


Tergantung Jumlah Pelanggan

Manajer PLN Ranting Sekadau, Dwija Ardya Pradipta mengatakan warga dapat mengajukan ke PLN Ranting Sekadau agar mendapatkan listrik.

Persyaratannya, daerah tersebut memiliki potensi pelanggan yang cukup banyak. “Lokasi daerahnya tidak jauh dari Gardu PLN yang sudah ada, lalu warga mengajukan dalam bentuk proposal. Akan ditembuskan ke kantor cabang di Sanggau untuk dipertimbangkan. Dan dapat dipastikan akan dibangun kalau ada pelanggan banyak,” jelasnya. ?

 Terkait persyaratan lainnya, seperti pengumpulan KTP, KK, dan tanda tangan warga itu tidak terlalu berpengaruh. Karena hanya bersifat data pendukung saja. Warga juga tidak harus mengajukan lewat CV.

Pengajuan itu bisa dari kelompok warga ataupun dari perangkat desa. “Mengenai daya PLN Ranting Sekadau masih memiliki daya yang cukup untuk memperluas jaringan,” jelasnya.
 (akh/and)