Komunitas BAS Fishing Club Sekadau

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 937

Komunitas  BAS Fishing Club Sekadau
Komunitas BAS Fishing Club Sekadau

Mancing Dapat Membangun Kepribadian

Memancing secara luas merupakan kegiatan menangkap ikan yang bisa merupakan pekerjaan, hobi, olahraga luar ruang (outdoor) atau kegiatan di pinggir atau di tengah danau, laut, sungai dan perairan lainnya dengan target seekor ikan.


Namun dalam praktik dan dari hasil buruannya, tidak semua kegiatan ini selalu membuahkan hasil. Tak ayal, selain teknik, memancing juga akan menguji tingkat kesabaran seseorang.

Memancing sudah dikenal oleh peradaban manusia sejak zaman dahulu sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Hal ini terbukti dari peninggalan-peninggalan arkeologi pada goa-goa tua di Eropa, dengan ditemukannya tulang-belulang, mata kail dan gambar serta lukisan pada zaman batu di dalam goa-goa tersebut.


Teknik menangkap ikan mulai beragam pada masa Neolitik sekitar 4.000 - 8.000 tahun yang lalu yang kemudian berkembang menjadi teknik yang lebih modern dan masih dipakai hingga saat ini.

Selain itu, aktifitas mancing tidak sekadar mencari ikan, namun seni untuk memperoleh ikan. Untuk yang tidak hobi mancing, aktifitas ini benar-benar menjemukan. Berlama-lama waktu dibutuhkan sepertinya hanya sia-sia. Terlebih jika tidak memperoleh ikan seekor pun.

Namun buat kalangan penghobi mancing, waktu begitu cepat berlalu jika mata pancing sudah ditempatkan.
  Hobi memancing tidak mengenal usia tua ataupun muda, laki-laki ataupun perempuan.

Setiap orang tentu akan dapat menyukai aktifitas ini, yang utama adalah mempunyai kesabaran tinggi. Untuk orang yang tidak sabar, aktifitas ini tentu demikian membosankan. Tempat memancing boleh di mana pun.  

Aktifitas memancing acapkali tampak sebagai aktifitas yang lumrah saja, namun sejatinya aktifitas mancing memiliki banyak manfaat khususnya untuk membangun kepribadian seseorang.

Demikian banyak manfaat memancing selain fungsinya sebagai salah satu bentuk kegiatan rekreatif, olahraga maupun silaturahim.

Salah satu dari banyak manfaat mancing ialah melatih kesabaran, membangun mental seseorang menjadi pribadi yang gigih, telaten, berani dan tak gampang menyerah.

Sehingga akan jadi satu nilai plus apabila masyarakat memanfaatkan kegiatan memancing menjadi acara rutin keluarga untuk alternatif rekreasi di hari libur.   Kegiatan memancing bila dilakukan sendiri memang kurang greget. Lain bila dilakukan bersama-sama dengan teman pastinya lebih asyik dan makin bersemangat.

Untuk itulah perlunya komunitas mancing.   Saat ini sudah banyak berdiri komunitas mancing di Kabupaten Sekadau.

Satu di antaranya, adalah 
Komunitas BAS Fishing Club Sekadau.
  Walaupun bukan sebagai sebuah organisasi resmi. Komunitas yang berdiri sejak tahun 2015 lalu ini, telah mengembangkan sayapnya ke berbagai titik atau lokasi pemancingan di sepanjang aliran Sungai Kapuas. 

 Komunitas yang memiliki 10 orang pemancing ini, mendapatkan berbagai pengalaman dari aktifitas positif yang digelutinya ini. Mulai dari mendapatkan hasil yang besar hingga terjatuh ke sungai, akibat berjibaku dengan tarikan ikan.  
Komunit

Dedi, salah seorang pemancing Komunitas 
BAS Fishing Club Sekadau,  mengatakan, kegiatan memancing kerap dilaksanakan pada akhir pekan dan hari libur.   “Sebelum turun memancing, kita terlebih dahulu menentukan titik mana yang akan dijadikan target,” katanya.  

Untuk memperoleh hasil yang maksimal, setiap pemancing juga harus menyiapkan sejumlah peralatan. Mulai dari alat pancing, umpan dan transportasi menuju spot yang diinginkan.   “Semua peralatan harus disesuaikan dengan tempat atau lokasi pemancingan,” terangnya.  

Selain menyalurkan hobi, menurut Dedi, aktifitas memancing juga sebagai bentuk upaya untuk memberdayakan aliran sungai beserta isinya. Apalagi, sebesar 20 persen wilayah Kabupaten Sekadau merupakan daerah perairan.   “Sumber Daya Alam (SDA) tak perlu digarap dengan cara menghancurkan. Tetapi alangkah baiknya diberdayakan,” tuturnya. (akhmal setiadi musran/bob)