Seorang Pekerja Tenggelam di Parit Desa Sungai Ringin, Sekadau Hilir

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 937

Seorang Pekerja Tenggelam di Parit Desa Sungai Ringin, Sekadau Hilir
Mayat Didi terbujur di RSUD Sekadau, Jumat (8/4). (SUARA PEMRED/ AKHMAL)
SEKADAU, SP – Nasib malang dialami Didi, warga Sebude, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau. Pria berusia 18 tahun itu, menghembuskan nafas terakhir setelah tenggelam di dalam parit yang berada di Dusun Suak Payung, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Jumat (8/4).

Sekitar pukul 19.30 WIB jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Sekadau untuk dilakukan visum. Sejumlah rekan korban ikut mengantarkan korban menuju rumah sakit.

Ahmad (30), rekan satu kamar korban mengatakan, Didi sudah bekerja selama satu bulan lebih. Sebelum kejadian, sebelumnya memang ada gelagat aneh dari Didi yang usai bekerja langsung tidur.

“Tidak seperti biasanya, pulang kerja dia langsung nonton dan mendengar musik hingga tertidur. Setelah jam 21.00 WIB, saya bangunkan dia dan dia langsung mandi,” ujarnya, saat berada di RSUD Kabupaten Sekadau, Sabtu (9/4).

Di hari nahasnya, Didi bekerja seperti biasa, bahkan setelah makan siang dia kembali bekerja. Ahmad yang berasal dari Kota Baru, Kabupaten Melawi itu mengaku terkejut, telah mendapat kabar jika temannya tersebut, ditemukan sudah tidak bernyawa.

Dia mengatakan, Didi ditemukan tenggelam dalam parit yang kedalamannya mencapai dua meter. Dia tak menyangka jika temannya tersebut, mengalami kejadian tersebut.
 “Secara pasti saya memang tidak tahu kejadiannya. Tentu sangat terkejut dengan adanya kejadian seperti ini. Apalagi selama bekerja, Didi tidak pernah sakit atau mengeluh sakit,” ungkapnya.

Terpisah, AKP Purba, Kasat Reskrim Kepolisian Resor Sekadau mengatakan, korban merupakan seorang pekerja di kebun milik Atung Fajar. Saat itu, sekitar pukul 13.30 WIB, korban sedang menarik sampan bermuatan batu. Sedangkan Tino, rekan korban mengisi batu ke dalam karung.

Namun, hingga pukul 16.30 WIB, korban tak juga muncul untuk mengambil batu, hingga rekan-rekan kerjanya mencari korban. “Saat itu Tino menelepon Yulianto dan menanyakan, korban tidak ada balik untuk mengambil batu,” katanya kepada Suara Pemred.

Karena korban tidak muncul, Yulianto bersama Tino dan enam pekerja lainnya mencari korban ke tempat pengambilan batu. Setelah tak menemukan korban di lokasi tersebut, rekan korban melakukan pencarian di sekitar galian parit sekitar pukul 18.00 WIB.

“Benar saja, di dalam parit tersebut, Tino menemukan korban tenggelam dengan posisi perut korban terikat oleh tali sampan. Setelah korban diangkat dari dalam parit, kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada polisi,” kata dia.

Dikatakan Purba, berdasarkan keterangan saksi-saksi, dugaan sementara korban meninggal akibat kelalaian korban tersebut. “Berdasarkan informasi dari dokter, hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” tandasnya.

Sementara itu, dr Ricko Fadli Sujana yang memeriksa Didi mengatakan, “Sesuai pemeriksaan semalam diduga tenggelam, tetapi kalau penyebab kematian tentu harus melakukan visum dalam.”
Namun, pihak Rumah Sakit Sekadau tidak melakukan itu. Sebab, jika melakukan harus melaporkan langsung ke pihak kepolisian.(akh/lis)