WVI: SKPD Miliki Program Layak Anak

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1051

WVI: SKPD Miliki Program Layak Anak
Peta Pelayanan Wahana Visi Indonesia. (www.wvindonesia.org)
SEKADAU, SP – Sekadau, merupakan daerah yang masuk dalam program penguatan peran masyarakat desa dan organisasi masyarakat menuju kabupaten layak anak. Namun, dalam hal ini, masih banyak hal yang perlu dibenahi agar program tersebut bisa terwujud.

Menurut Manager Kantor Operasional, Wahana Visi Indonesia (WVI) Ignatius Anggoro, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memiliki program layak anak. Hanya saja, belum semuanya bisa mengidentifikasi setiap indikatornya.

“Sebenarnya sudah ada program. Hanya saja belum terkoordinasi dengan baik. Saat ini SK sedang digodok untuk mempersiapkan daerah ini layak anak,” ujarnya, kemarin.

Indikator tersebut di antaranya, kesehatan anak termasuk gizi buruk. Pihak WVI sampai sekarang pihaknya belum mendapatkan data tersebut.

Namun demikian, kasus gizi buruk tidak menonjol “Yang perlu ditingkatkan adalah agar orang tua membawa balitanya ke posyandu. Sehingga posyandu bisa difungsikan dan puskesmas bisa mendukung. Kalau puskesmas ramah anak belum ada,” ucapnya.

Maka dari itu, ke depan agar bisa menjadi kabupaten layak anak, hak-hak anak harus terpenuhi. “Tentu nantinya setiap kecamatan memiliki puskesmas ramah anak, taman anak dan lain sebagainya. Ini juga untuk melindungi dan memenuhi hak anak,” ungkapnya.

Dua kecamatan, yakni Sekadau Hilir dan Nanga Taman akan menjadi fokus pencapaian indikator menuju kabupaten layak anak. Nantinya akan dilakukan pendampingan dalam memenuhi indikator tersebut.

“Mudah-mudahan Sekadau sebagai kabupaten layak anak bisa diwujudkan,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sekadau, Aloysius menerangkan ada 3 kabupaten yang ditunjuk KLA di Kalbar seperti Sekadau, Sintang, dan Melawi.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan Forum Anak Daerah (FAD) di Aula Hotel Multi.

 “Dan untuk persyaratan KLA memang sudah disampaikan oleh Badan Perlindungan Anak, kita akan mulai dari sekarang melakukan perbaikan dan kita berharap anak-anak bisa merasakan aktivitasnya di lingkungan yang bersahabat,” ujarnya.  

Untuk mengemban amanah dan sudah dipercayai tentu banyak hal yang harus dibenahi, seperti membangun fasilitas umum dan pendidikan yang sangat layak dan dinikmati dan nyaman. “Ke depan secara teknis mungkin kita akan buat perbup,” ungkapnya.

Tentunya, mengacu pada pelaksanaan teknis sesuai Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia nomor 12 tahun 2011 tentang Indikator Kabupaten/ Kota Layak Anak.

Ia melanjutkan, dengan program ini diharapkan anak –anak bisa menjadi pilar masa depan. Serta dapat menjaga predikat itu pula.

Optimalkan Pendidikan

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sekadau, Damre Sepejo meminta seluruh pihak bersinergi untuk menyokong terwujudnya Kabupaten Sekadau sebagai daerah yang diandalkan, sebagai kota layak anak.

“Seperti optimalkan tenaga pendidik dan peran orang tua serta semua kalangan yang bersentuhan langsung bersama anak-anak,” ujar politisi PKPI itu.

Dia juga menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah yang telah menunjuk Sekadau sebagai daerah strategis anak.

Artinya, pemerintah dan seluruh elemen harus benar-benar siap dari banyak hal seperti pendataan, membangun fasilitas. “Sehingga demikian, dalam pelaksanaannya memang harus menggunakan perbup atau perda,” ujarnya  

Dia menyatakan sangat mendukung program ini. Pemerintah juga diminta melaksanakan persiapan program dengan baik, agar tepat sasaran. “Karena Sekadau tidak pernah ada kasus besar tentang anak,” pungkasnya. (akh/and)