Banjir di Lima Desa, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau Mencapai Empat Meter

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1470

Banjir  di Lima Desa, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau Mencapai Empat Meter
Banjir pada sebuah Sekolah di Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau. (SUARA PEMRED/ AKHMAL)
SEKADAU,  SP - Banjir  merendam 648 rumah di lima desa di Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau. Ketinggian air  mencapai 3 hingga 4 meter. Siswa SD tak bisa laksanakan ujian Nasional (UN). Ada lima desa yang terendam banjir. Di antaranya, Batu Pahat, Lembah Beringin, Tembesuk, Nanga Mahap dan Teluk Kebau.

Suhardi, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans), Kabupaten Sekadau mengatakan, saat ini Bupati Sekadau telah menyerahkan bantuan kepada korban yang terkena dampak banjir di Nanga Mahap.
“Di Kecamatan Nanga Mahap banjir merendam 648 rumah dengan jumlah kepala keluarga 747 dengan 1.944 jiwa. Bantuan telah diserahkan oleh Bupati,” ungkapnya, Minggu (15/5).

Informasi yang dihimpun Suara Pemred, sekitar pukul 15.00 WIB ketinggian air di Kecamatan Nanga Taman mulai naik. Bahkan saat ini, ketinggian air telah mencapai setengah meter, terutama di ruas jalan provinsi di Nanga Taman. Saat ini, Kampung Tanjung di Nanga Taman juga sudah terendam banjir.

Sementara itu, Djemain Burhan, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Sekadau mengatakan, ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar bisa ditunda sepanjang kondisi tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.

“Nanti bisa mengikuti ujian susulan dan akan dibuatkan berita acara, karena kondisi saat ini sedang banjir,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya telah melaporkan hal tersebut kepada provinsi. Terlebih, hampir semua sekolah penyelenggara UN sekolah dasar di Nanga Mahap tidak bisa melaksanakan ujian.

“Ada lima sekolah penyelenggara UN. Perkiraan saya dua hari pelaksanaan ujian tidak bisa dilakukan. Saat ini informasi yang saya dapatkan ketinggian air sudah turun. Jika dua hari pelaksanaan UN ditunda berarti ada dua mata pelajaran,” ungkapnya.

Untuk itu, dia berharap kondisi banjir segera surut, agar siswa sekolah bisa mengikuti pelaksanaan UN tingkat SD.

“Mudah-mudahan banjir segera surut,” pungkasnya. (akh/lis/sut)