Ratusan Kayu Bengkirai dan Tengkawang Ludes Terbakar

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1117

Ratusan Kayu Bengkirai dan Tengkawang Ludes Terbakar
Petugas berusaha memadamkan lokasi pengeringan atau oven kayu mebel di Kabupaten Sekadau yang terbakar, Jumat (20/5) sore. (SUARA PEMRED/ AKMAL)
SEKADAU, SP – Tempat pengeringan atau oven kayu di sebuah toko mebel, di Pal 7, Dusun Pangkin, Desa Munggu, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, hangus terbakar. Akibat musibah ini, setidaknya 200 - an kayu berjenis Bengkirai dan Tengkawang ludes dilahap api, Jumat (20/5) sore.

Pihak pengelola mebel, Gendon (40) menceritakan, kejadian berawal saat pekerjanya terus menambahkan kayu sebagai bahan bakar oven, yang dipergunakan dalam proses pemanggangan kayu yang akan dikeringkan.
 "Lalu api membakar langsung ke atas, mengenai kayu yang akan dikeringkan. Karena bara api dari ?tempat pembakaran terlalu besar, maka langsung terbakar semuanya. Kayu ini harusnya kering selama lima hari tapi keburu terbakar baru jalan empat hari," jelasnya di temui di lokasi kejadian.

Menurutnya, tempat pengeringan kayu ini sekitar luasnya 3x6 meter, dengan tinggi dinding 3,5 meter. Rencananya kayu yang berjumlah sekitar 200 batang itu, sebagai bahan baku membuat jendela dan pintu yang ditawarkan ke pelanggan.  ?

"Yang terbakar berbentuk kayu papan, kayu keping, dan kayu batang?. Mengenai kerugian mungkin saya rasa sekitar belasan juta," jelasnya. Usaha meubel yang sudah berjalan 4 tahun ini, sering mengambil kayu dari daerah Desa Rawak dan Kayu Lapis. Berada di Kecamatan Sekadau Hulu dan Nanga Mahap. ?

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, Akhmad Suryadi mengatakan usaha mebel ini masih memakai cara konvensional dalam proses pengeringan. 

"Seharusnya dengan cara yang modern, sehingga tidak terjadi kebakaran seperti ini. Kebakaran ini tentu adanya kebocoran di saat api yang mengeringkan batang kayu itu membesar dan kejadian ini diduga teledor," ujarnya.
?
Mendapatkan informasi kebakaran tersebut, sekitar pukul 16.00 WIB, tim BPBD langsung menuju ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi api.
Akhmad menyebutkan usaha serupa cukup banyak ditemui di Sekadau. Maka itu dia meminta musibah ini bisa dijadikan pembelajaran bagi warga lainnya. Agar tetap waspada dan tidak teledor.

"Tentu ini harus ada standarnya, dan sebenarnya sudah ada aturannya, dan diimbau agar dikoordinasikan dengan perizinan mengenai IMB nya. Dan dilihat juga tingkat keamanan, jarak rumah dengan penduduk, sekaligus melihat kondisi angin ketika ingin mengeringkan," tegasnya.

 
Lebih Selektif

Kepala Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (KPMPT), Mores mengatakan perizinan sebuah bangunan memang kewenangan pihaknya. Namun, terhadap pembinaan dan pengetahuan secara teknsi, berada di dinas yang bersangkutan untuk mengecek kelayakannya.
?
"Pihak kami hanya mengeluarkan izin, kalau pembinaan itu dinas teknis. Pada prinsipnya jika pendirian izin bangunan apalagi ini tempat usaha yang berpengaruh kepada lingkungan tentu harus diperhatikan," ujarnya.

Atas kejadian yang dianggap kelalaian ini, dia mengimbau masyarakat harus lebih berhati-hati saat menjalankan usahanya. Terlebih pada usaha meubel, yang tentunya berdampak  terhadap lingkungan, harus berkoordinasi dengan warga sekitar. (akh/and/sut)