Polisi Ungkap Jaringan Pengedar Narkoba di Sekadau

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1311

Polisi  Ungkap Jaringan Pengedar Narkoba di Sekadau
Kepolisian Resort Sekadau, menggeledah rumah tersangka pengedar narkoba Mamza, Jumat (17/6). Dari hasil penggeledahan ditemukan 24,7 gram sabu-sabu siap edar. (akhmal setiadi musran)
SEKADAU, SP – Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Sekadau mengungkap jaringan peredaran narkoba di Kabupaten Sekadau, Jumat (17/6). Polisi berhasil mencokok tersangka pengedar narkoba, Mamza (43), warga Desa Rawak Hilir, Kecamatan Sekadau Hulu di kediamannya. Dari tangan tersangka berhasil disita 24,7 gram sabu-sabu.

“Awalnya kami menemukan sebanyak empat paket sabu seberat 1,5 gram siap edar,” ujar Kapolres Sekadau, AKBP Muslikhun.

Setelah dilakukan penggeledahan kembali, aparat juga menemukan sejumlah barang bukti lainnya  di dalam jok sepeda motor tersangka. Yakni sebanyak 18 paket sabu seberat 23,2 gram.


Dari hasil interogasi Mamza, Polres Sekadau mengantongi informasi keberadaan rekan Mamza, Bejeng di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Ketika hendak mengamankan, Bejeng melarikan diri dengan melewati pintu lantai dua bagian belakang dan melompat dari atas atap rumah penduduk.

“Selain itu, juga ditemukan timbangan, satu unit tabung kaca, satu unit handphone Samsung berwarna putih, korek api dan sendok beserta sejumlah uang sebesar Rp 1,4 juta,” kata Muslikhun.

Tersangka Mamza kini telah mendekam di sel tahanan Mapolres Sekadau, berikut barang bukti yang ditemukan juga sudah diamankan. “Kalau pelaku yang melarikan diri kami akan berkoordinasi dengan Sat Narkoba Polres Sanggau untuk melakukan pencarian,” pungkasnya.

Tersangka diancam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, Pasal 112 dan 114 tentang peredaran Narkoba, dengan jeratan hukuman 20 tahun penjara hingga seumur hidup.

Terkait peredaran narkoba, Wakil Bupati Sekadau, ditemui saat agenda safari Ramahan di Kecamatan Belitang menegaskan, bahaya peredaran narkoba yang kini terbilang sangat masiv dan terstruktur. Bahkan sudah menjangkau ke daerah terpencil.

"Bayangkan, kini sudah sampai ke kampung-kampung. Narkoba sudah bisa masuk," ujarnya, kemarin.


Menurutnya, semua elemen masyarakat harus berhati-hati dengan situasi yang seperti ini, jangan sampai terjebak dan terpengaruh.

"Maka dari itu, dari orang tua, masyarakat, tokoh masyarakat dan agama seperti ustadz, pendeta dan lainnya bisa menyampaikan hal ini kepada umat atau jemaatnya," tegasnya.

Awasi Bersama

Terungkapnya beberapa kasus peredaran narkoba di Sekadau, tak pelak membuat sejumlah kalangan ikut meresahkan kejadian ini. Terlebih, ditengarai aksi pengedar barang haram ini pergerakan transaksinya sangat terstruktur.

"Maka dari itu kita semua harus saling mengawasi. Artinya, jika ada gerak - gerik yang mencurigakan, bisa langsung kontak pihak keamanan. Dan itu dilakukan dengan kerjasama antara warga dan pihak terkait lainnya. Agar pengedar bisa diminimalisir," ujar tokoh sekaligus aktivis pemuda Sekadau, Anong.


Menurutnya, pergerakan peredaran narkoba ini sudah luar biasa. Tentunya dalam menghadapinya harus dilakukan secara ekstra. Bahkan penindakan juga secara luar biasa. "Karena dampak dari narkoba ini, bisa satu generasi habis. Jika generasi kita mantap-mantap, maka katakan perang terhadap narkoba," pungkasnya. (akh/and)