Langganan SP 2

Papan Jembatan Setapang di Sekadau Patah, Truk Terperosok

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 794

Papan Jembatan Setapang di Sekadau Patah, Truk Terperosok
Satu unit truk angkutan yang terperosok di jembatan Dusun Setapang, Desa Perongkan, dengan Dusun Natai Ubah, Desa Tinting Boyok, Kecamatan Sekadau Hulu patah, Senin (20/6) siang. (akhmal setiadi musran)
SEKADAU, SP – Sebuah jembatan sarana penghubung antara Dusun Setapang, Desa Perongkan,  dengan Dusun Natai Ubah, Desa Tinting Boyok, Kecamatan Sekadau Hulu ambruk, Senin (20/6) siang. Satu unit truk yang kala itu sedang melintas, nyaris terjun ke sungai. Beruntung, bagian depan truk masih tersangkut ke badan jembatan.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Heryono menengarai jembatan ini ambruk akibat pondasinya yang cukup tua.
"Kalau tidak salah jembatan ini dibangun tahun 1992 atau sudah lebih 20 tahun, dan pernah dibetulkan, tahun 1997. Setelah itu belum pernah lagi," ujarnya, Selasa (21/6).

Menurutnya, kondisi jembatan memang sudah sangat memerlukan pembangunan. Minimal rehabilitasi. Karena itu, dia berharap Pemkab Sekadau dalam waktu dekat dapat mengucurkan anggaran untuk perbaikan jembatan.

"Sebetulnya sudah kami ajukan proposal. Mudah-mudahan pemda bisa secepatnya memperbaiki, apalagi dengan ambruknya jembatan," tuturnya.


 Jembatan yang berada di jalan poros lintas desa itu sendiri, menjadi akses utama bagi banyak warga. Tak kurang ratusan kendaraan baik roda dua maupun roda empat ke atas, melintas di jembatan tersebut. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin dua jembatan lainnya juga bisa ambruk. Selama ini, warga setempat pernah memperbaikinya secara swadaya.

Anggota DPRD Sekadau Dapil 2, Servasius Selasio, mendesak instansi terkait secepatnya mengambil tindakan menyusul ambruknya jembatan ini.
"Karena menyangkut kepentingan orang banyak. Infrastruktur adalah urat nadi perekonomian. Jadi menurut saya harus cepat diambil tindakan," pinta Sekretaris Fraksi Hanura tersebut.

Dia juga mengingatkan, kalangan investor, khususnya yang menanamkan modal di wilayah setempat untuk tidak tinggal diam. Investor, mesti peduli dengan kepentingan warga di sekitar area investasinya.

"Ini menyangkut tanggungjawab sosial  investor. Saya harap tidak hanya berdiam diri," katanya.


 
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PU dan Pertambangan setempat, Heri Handoko menyatakan, pihaknya baru menerima informasi perihal kejadian ini. Dia berjanji pihaknya akan segera turun ke lapangan.

"Terimakasih infonya, nanti kami cek," janji Heri. (akh/and/sut)