Pipanisasi SPAM Sirin Merangun, Sekadau Pecah

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1073

Pipanisasi SPAM Sirin Merangun, Sekadau Pecah
Proyek perbaikan gorong-gorong jalan nasional dalam kota, Jalan Merdeka Timur KM 02 (Sekadau-Sintang), Kabupaten Sekadau. (SUARA PEMRED/ akhmal setiadi musran)
SEKADAU, SP – Sambungan pipanisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sirin Meragun, Kabupaten Sekadau pecah, akibat terbentur alat berat milik PT TJM, pelaksana proyek perbaikan gorong-gorong jalan nasional dalam kota, Jalan Merdeka Timur KM 02 (Sekadau-Sintang), Kamis (21/7).  

Akibatnya, semburan air ke badan jalan tak dapat dihindari. Kejadian ini bahkan sempat menimbulkan kemacetan bagi pengguna jalan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut.

 Kepala Pelaksana SPAM, Yok Kelak menerima laporan kerusakan pipa tersebut dari petugas lapangan yang turun langsung memantau ke lokasi.

"Kita sudah wanti-wanti petugas kita siaga di situ. Ternyata benar, alat berat pekerjaan gorong-gorong itu mengenai SPAM kita," ujarnya.


Menurutnya, sebelumnya juga terjadi kebocoran pipanisasi di titik KM 07 di jalan yang sama. Hal ini diakibatkan oleh alat berat dari perbaikan gorong-gorong dari perusahaan yang melaksanakan perbaikan jalan tersebut pula.

"Ini sudah ke tiga kalinya bocor karena alat mereka. Dari dua kejadian sebelumya, kemarin kami sudah sarankan agar mereka mengerjakan galian secara manual saja pas di pipanisasi itu, untuk menghindari kerusakan pipanisasi, tapi tidak diindahkan dan terjadi lagi," kesalnya.?

Yok memahami, pembuatan gorong-gorong tersebut juga untuk kepentingan pembangunan bagi masyarakat. Namun demikian, dia berharap pekerja proyek nasional itu, ikut menjaga kondisi aset daerah.
 

"Itu pipa distribusi ke pelanggan. Kalau pecah pipanya, berdampak buruk pada pelayanan kami. Berujung keluhan pelanggan, karena air tidak mengalir ke rumah mereka,” jelasnya.

Karena kejadian ini, pihak SPAM kembali menerjunkan personelya untuk memperbaiki kerusakan tersebut, Kamis (21/7) pagi.
  Ini dilakukan, agar air kembali mengalir ke rumah pelanggan, setelah sempat macet selama beberapa jam.  

Sebagaimana diketahui, SPAM berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan, mampu menyuplai pendapatan besar untuk daerah.
Pada akhir 2015,  SPAM Sirin Meragun, mengembangkan bisnisnya membuka layanan leding di Sungai Ayak, khususnya di Desa Sungai Ayak 2, Kecamatan Belitang Hilir.

  
“Harapan kita, semua warga di Sungai Ayak 2 bisa menjadi pelanggan leding,” ujar Yok waktu itu. Di Sungai Ayak 2, memiliki sumber air yang diambil dari Sungai Kapuas di kawasan Pinyak. Sebelum disalurkan ke pelanggan, air tersebut terlebih dahulu diolah di IPA (Instalasi Pengolahan Air) di daerah Pinyak.

Empat Titik Rawan
Pelaksana teknis pekerjaan perbaikan gorong-gorong, Zul mengakui kerusakan pipanisasi SPAM akibat ulah pihaknya.

"Dari pihak SPAM juga ada bersama kami di lapangan. Tapi kita anggap saja ini musibah," ucapnya.


Sebagai bentuk pertanggung jawaban pihaknya, Zul mengatakan sudah memerintahkan pengawas lapangan untuk menggunakan alat berat, eksavator membantu teknisi SPAM menggali di sekitaran pipa yang mengalami kebocoran.

"Koordinasi kita dengan SPAM juga sudah dilakukan sebelum terjadi musibah itu," ungkapnya.


Dia menjelasakan, pengerjaan perbaikan gorong-gorong di ruas jalan nasional ini, dilakukan di beberapa titik. Namun yang rentan terjadi kontak alat berat dengan pipanisasi sebanyak empat titik.
  Di Jalan Merdeka Timur (Sekadau-Sintang) masing-masing di KM 02 dua titik, KM 06 satu titik dan KM 09 satu titik.?

"Ini titik terakhir gorong-gorong dalam Sekadau, yang lain masuk wilayah Kabupaten Sanggau dan Sintang," terangnya. 
  (akh/ant/and/sut)