Langganan SP 2

Tipologi SKPD Pemkab Sekadau Tunggu Penetapan Kementerian

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 772

Tipologi SKPD Pemkab Sekadau Tunggu Penetapan Kementerian
ILUSTRASI (suaramerdeka.com)

SEKADAU, SP – Tipologi atau perubahan tipe Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau, hingga saat ini masih menunggu penetapan dari kementerian di masing-masing bidang. 

Penetapan tipe ini, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 18, Tahun 2016, tentang Perangkat Daerah. Dijelaskan di Pasal 107 Ayat 4, hasil pemetaan ditetapkan oleh menteri atau kepala lembaga pemerintah non kementerian, setelah mendapatkan rekomendasi Menteri Dalam Negeri. 

Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Sekretariat Daerah setempat, Syarif Alwi menyebutkan, kondisi SKPD di daerah ini berjumlah 32 perangkat. Di antaranya dinas, kantor dan badan. Dan itu sudah termasuk Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan, Inspektorat, Kecamatan, dan RSUD.

"Saat ini sedang menunggu ketetapan dari kementerian. Di daerah kita diperkirakan ada tiga atau empat SKPD baru nantinya. Jika ketetapan itu sudah keluar," ujarnya, Rabu (27/7).

Alwi menerangkan, PP ini mengamanatkan kepada setiap daerah untuk menunggu ketetapan tipe perangkat dari masing-masing kementerian. Hingga dua bulan ke depan setelah PP ini diundangkan.

“Lahirnya PP ini, pada 15 Juni kemarin. Berarti ada waktu dua bulan sampai 15 Agustus mendatang akan ada ketetapannya,” ujarnya.


Tetapi menurutnya, dalam PP ini juga mengatur bahwa jika kementerian belum menetapkan lebih dari dua bulan, maka diamanatkan kabupaten yang menetapkannya.

“Saat ini kami dari bagian organisasi akan membuat Perda tentang organisasi perangkat daerah sesuai dengan tipologi yang ditetapkan. Sesuai pemetaan yang ada di daerah sesuai indikator dan variabel pemetaannya," bebernya.

Alwi merincikan tipe-tipe SKPD yang ada di Sekadau di antaranya, di Dinas Pendidikan, bidang pedidikan masih tipe B. Pada bidang olahraga, akan ditingkatka menjadi tipe A.

Sementara di Dinas PU, Penataan Ruang tipe B. Untuk urusan perumahan dan pemukiman akan ditingkatkan menjadi kedinasan menjadi tipe A. Di bidang sosial dapat tipe A, tenaga kerja tipe C, dan lain sebagainya.
?
"Dalam pelaksanaannya, sesuai peraturan, SKPD itu dua tahun sekali dievaluasi. Bisa jadi dari hasil evaluasi itu bisa jadi penurunan atau peningkatan tipe, dipecahkan dan digabungkan," pungkasnya.

Dia melanjutkan, terdapat dua pertimbangan untuk penambahan perangkat. Yaitu ketersediaan aparatur dan kemampuan keuangan daerah. "Karena semakin tinggi tipe, semakin besar strukturnya. Dan besar juga beban anggaran dan kebutuhan personelnya," pungkasnya.


Aktivis kepemudaan setempat, Anong berharap perubahan organisasi daerah dapat memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat. "Karena menurut saya, jika ada penambahan tentu kerja dinas atau kantor itu intensitasnya berat. Sehingga perlu fokus pembuatan program dengan skala besar juga," ujarnya.

Menurutnya perubahan ini, perlu menyesuaikan kondisi daerah yang saban tahun kian banyak program pembangunan yang harus diterapkan.

"Tetapi dalam pelaksanaannya, diharapkan bisa berdampak baik bagi Sekadau sebagai kabupaten yang sudah berjalan 13 tahun pasca pemekaran," pungkasnya.


Butuh Pertimbangan Matang

Anggota DPRD Sekadau, Hasan mengatakan, pemerintah daerah perlu memiliki dasar yang kuat untuk menerapkan perubahan tipe di SKPD. Ketetapan itu, harus sejalan dengan amanat undang-undang.

"Tentu ada pertimbangan dari beberapa aspek. Seperti aspek pembangunan, pelayanan dan lainnya. Termasuk pada beban kerjanya, untuk yang bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat," ujarnya.


Hasan menuturkan, pihaknya menyetujui perombakan struktur SKPD itu, jika bertujuan untuk memperkuat pembangunan. Sehingga memang harus dilaksanakan peningkatan agar menuai hasil maksimal.

"Dan itu juga harus dilihat dari dan kemampuan anggaran daerah. Kalau beranggapan penambahan SKPD lalu bertambah pula suplai dana dari pusat, belum tentu itu terjadi. Karena, jika dibantu anggarannya juga kurang memadai," pungkas politisi Partai Demokrat itu.
  (akh/and/sut)