Kabupaten Sekadau Waspada Rabies

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1054

Kabupaten Sekadau Waspada Rabies
ILUSTRASI (who.int)
SEKADAU, SP – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Wirdan Mahzumi meminta masyarakat untuk terus mewaspadai penularan penularan virus Rabies. “Yang terpenting saat ini bagaimana hewan peliharaan, seperti anjing diberikan vaksin,” ujar Wirdan Minggu (7/8).

Wirdan mengungkapkan sejak jauh-jauh hari, sosialisasi sudah dilakukan. Jika ada masyarakat yang terkena gigitan anjing untuk segera ke pelayanan kesehatan agar ditangani.


“Kami mengimbau kepada masyarakat jika terkena gigitan anjing sebaiknya segera kelayanan kesehatan atau puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis,” pungkasnya.


Ia menambahkan, jika menemukan anjing dalam keadaan mata berair, liar, lidah terjulur, air ludahnya keluar, jalannya agak sempoyongan sudah sebaiknya dilakukan pemusnahan.

Hal ini, tambah Wirdan, sudah dibuat kesepakatan bersama warga maupun aparat,  jika ditemukan anjing atau monyet seperti ciri-ciri tersebut dilakukan penembakan tanpa ada ganti rugi secara adat.

“Hal itu sudah kami sampaikan kepada masyarakat dalam sosialisasi, baik kepada masyarakatnya, tokoh masyarakat hingga pemangku kebijakan,” tuturnya.

Menurut Wirdan, pihaknya hanya melakukan penanganan jika ada kasus gigitan anjing terhadap manusia. Namun, terlepas dari semua itu, masyarakat dapat bersama-sama mencegah terjadinya rabies di Sekadau.

Sementara itu, Nuraini Suharsono, dokter hewan yang juga tim vaksinasi dari Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Distankanak) Kabupaten Sekadau mengatakan, setidaknya lebih dari 3000 vaksin sudah digunakan.

“Vaksin sudah datang sebanyak 2500 dari Provinsi seminggu yang lalu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, daerah-daerah yang menjadi fokus pencegahan rabies yaitu wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sintang dan Kabupaten Ketapang.

“Tim akan terus melaksanakan vaksinasi, sebanyak 2500 vaksin bisa untuk beberapa bulan ke depan. Jika memang kurang nanti akan diajukan kembali ke provinsi,” pungkasnya. (akh/sut)