Tim Kementerian Pertanian Vaksinasi Anjing di Kabupaten Sekadau, Kalbar

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 996

Tim Kementerian Pertanian Vaksinasi Anjing di Kabupaten Sekadau, Kalbar
Vaksinasi hewan anjing. (ist)
SEKADAU, SP – Mencegah meluasnya penyebaran wabah rabies, tim vaksinasi gabungan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia,  Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat bersama Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distankanak) Kabupaten Sekadau melakukan vaksinasi anjing ke sejumlah tempat di Kabupaten Sekadau.

Tim ini terdiri dari petugas kementerian yakni Wahyu Eko Kurniawan, Buhori Muslim dan Erna. Serta satu orang dari Distankanak Provinsi Kalbar, Nurhidayatullah. Dan Distankanak Sekadau sebanyak dua orang dokter hewan dan dua orang paramedik sarjana peternakan serta petugas penyuluh lapangan.

“Vaksinasi dilakukan mulai Senin hingga Kamis mendatang. Kami sudah melakukan vaksinasi di Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir dan Desa Tinting Boyok, Kecamatan Sekadau Hulu,” ujar perwakilan tim vaksinasi Distankanak Sekadau, Nuraini Suharsono, Selasa (30/8).

Saat ini, petugas vaksinasi juga disediakan Vaksin Anti Rabies (VAR). VAR ini  digunakan apabila terjadi kasus gigitan pada saat melaksanakan tugas. “Vaksin yang disediakan untuk petugas sebanyak 10 vial,” ungkapnya.

Meski tak menyebutkan secara rinci mengenai jumlah vaksin, Nuraini mengatakan, saat ini stok vaksin rabies untuk anjing masih mencukupi. Menurutnya, daerah yang berbatasan langsung dengan Sanggau dan Sintang menjadi fokus vaksinasi hewan peliharaan masyarakat, khususnya anjing.

“Ini gratis dan tidak dipungut biaya. Apalagi kami sudah menyebarkan brosur mengenai rabies, warga bisa menghubungi nomor yang tertera di dalam brosur. Jika warga ingin hewannya divaksinasi silahkan hubungi kami,” pungkasnya.


Sementara itu, Kepala Distankanak setempat, Sabas mengatakan, vaksinasi ini dilakukan di sejumlah lokasi antara lain, Tebelian Mangkang, Tinting Boyok, Belandung, Serirang, Boti dan Maboh Permai.

“Di Gonis Tekam sebelumnya juga telah dilakukan vaksinasi. Namun, daerah-daerah lain yang akan divaksinasi baru pertama kalinya,” ujarnya.

Sabas mengutarakan, daerah yang berbatasan langsung dengan kabupaten lainnya juga menjadi fokus untuk mencegah penyebaran rabies. Pemberian vaksin pada anjing, kata dia, untuk memutuskan siklus penyebaran rabies.

Untuk itu, dia juga meminta peran serta masyarakat dalam mencegah terjadinya rabies agar tidak terus meluas. “Masyarakat bisa mengajukan kepada kami agar anjing peliharaannya bisa divaksinasi,” pungkasnya. (akh/and/sut)