Forkopimda Minta Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 809

Forkopimda Minta Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi
KOMITMEN- Sejumlah aparatur negara serta tokoh masyarakat di Kabupaten Sekadau membubuhkan tanda tangan sebagai wujud komitmen menjaga ketertiban dan keamanan. (SP/ Akmal)
SEKADAU, SP – Peristiwa  bom molotov di gereja di Samarinda dan disusul  di Vihara Budi Dharma, Kota Singkawang membuat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sekadau waspada.

Agar masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu yang bisa merusak kerukunan umat beragam ataupun suku," tegas Adrianto Gondokusumo, Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan Setda Kabupaten Sekadau.

Dikatakan bahwa dalam kehidupan tentunya memerlukan rasa aman dan tertib. Jika dua hal itu bisa dijaga, maka akan berdampak pada kehidupan masyarakat itu sendiri.

Sementara, Kapolres Sekadau, AKBP Yury Nurhidayat mengatakan pengumpulan tanda tangan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sekadau sebagai sikap untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Sekadau.

“Tentunya masyarakat diharapkan agar tidak mudah terprovokasi atau terpancing dengan isu-isu yang ada. Hal ini bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan yang ada di Sekadau, seperti antara agama, suku dan lain sebagainya
,” tutur Yury.

Menurut Yury, ketertiban dan keamanan di Kabupaten Sekadau sudah terjaga dengan baik.
“Ini harus dipertahankan, sehingga masyarakat tidak terganggu dan bisa tenang beraktivitas seperti biasanya. Mari bersama-sama menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan,” ajak Yury.

Kegiatan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Ketua FKUB Sekadau, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sekadau, jajaran TNI dan Polri dan masyarakat Sekadau. (akh/bah)