Langganan SP 2

Sejarah Gedung Bioskop Fa Kiaw di Sekadau

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 749

Sejarah Gedung Bioskop Fa Kiaw di Sekadau
BERSEJARAH- Gedung Fa Kiaw yang berdiri sejak 1953, berada di Jalan Irian, Kota Sekadau, Kabupaten Sekadau. (Sp/ Akhmal SM)

Warga Tionghoa Patungan Dirikan Gedung Sekolah

Gedung Bioskop tua di Jalan Irian, Kota Sekadau itu tampak kumuh dan tak terawat. Fisik bangunan berlumut dan bersemak. Padahal, dulunya di gedung itulah masyarakat Tionghoa mengenyam pendidikan. Mereka patungan membeli sebidang tanah hingga menjadi gedung sekolah bernama Fa Kiaw. Sisa-sisa fisik bangunan itu masih berdiri megah sampai sekarang.

Nyau Khun Nen, masih menyimpan cerita sejarah Fa Kiaw berdiri. Nyau Khun adalah tokoh masyarakat Tionghoa di Sekadau. Ia berkata, pada 1953, Sekadau memiliki dua gedung sekolah megah. Pertama gedung bioskop lama, dulu bernama Fa Kiaw. Kedua, gedung Cung Hwa, kini menjadi SDN 21 Sungai Ringin. “Dua gedung itu dulunya masyarakat Tionghoa yang membangun," kata  Nyau Khun.

Kala itu, masyarakat Tionghoa di Sekadau mendapatkan dua gedung itu dengan cara swadaya. Mereka mengumpulkan uang untuk membeli tanah. Pada zaman itu, lahan yang dibeli dari mereka adalah kebun karet. Pemiliknya Chang Liet Miau. Setelah sejumlah bidang tanah berhasil dibeli, masyarakat Tionghoa mulai membangun gedung dengan cara gotong-royong. "Demi mendapatkan bahan bangunan seperti kayu, mereka pesan langsung dari Pontianak," tuturnya.

Sayang, niat awal mereka kandas. Pasalnya, kapal pengangkut kayu yang dipesan dari Pontianak ke Sekadau karam di Sungai Kapuas, tepatnya di perairan Tayan. Alhasil, semua barang bawaan yang dipesan tenggelam. Beruntung, masyarakat tak mau patah arang.

Mereka kembali memesan kayu dengan cara mengumpulkan dana swadaya dari masyarakat lagi. Kali ini, pesanan kayu sampai ke Sekadau. Pada akhirnya, gedung sekolah Fa Kiaw itu akhirnya berdiri tegak. "Di sini lah anak-anak Tionghoa di Sekadau mengeyam pendidikan," kata Nyau Khun.

Hanya saja, pada 1965, pemerintah membubarkan aktivitas pendidikan di dua sekolah tersebut. Dua bangunan hasil swadaya masyarakat dialihfungsikan dan dijadikan sekolah rakyat.  

Julianto, warga sekitar mengatakan, gedung Fa Kiaw sempat beberapa kali beralih fungsi. Menurutnya, bangunan tersebut sempat dijadikan sekolah rakyat oleh pemerintah. Selanjutnya, berubah lagi menjadi bioskop dan sekarang justru sudah menjadi lapangan bulutangkis.  “Gedung itu memang bangunan tua. Bahkan, nama-nama donatur diabadikan dalam gedung itu,” kata Julianto.

Anehnya, di Sekadau pada 1984, pernah terjadi kebakaran hebat, justru gedung Fa Kiaw tidak terbakar. Sampai sekarang gedung ini masih berdiri kokoh.

“Dari dulu kehidupan masyarakat di sini sudah membaur. Kini gedung bioskop itulah peninggalan zaman dulu sekarang berdiri kokoh. Kita harapkan Pemkab menganggarkan merawat gedung bersejarah ini," kata Julianto. (akhmal setiadi musran/loh)