PT LBP Dituding Gusur Lahan 2,1 Hektar Tanpa Sosialisasi

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 963

PT LBP Dituding Gusur Lahan 2,1 Hektar Tanpa Sosialisasi
Ilustrasi. (Dok.SP)
SEKADAU, SP – Perusahaan kelapa  sawit kembali menuai masalah bagi masyarakat. Hal itu dirasakan oleh Abang Suwaini, pemilik tanah seluas 2,1 hektare di Desa Lembah Beringin, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau digusur oleh PT Landak Bhakti Palma (LBP) tanpa koordinasi dan sosialisasi terlebih dahulu.

"Saya beli lahan itu dari warga Desa Lembah Beringin seluas 3 hektare. Kemudian lahan seluas 2,1 hektare digusur oleh PT LBP. Saya merasa dirugikan karena pihak perusahaan tidak sosialisasi dengan saya. Saya sangat kecewa perusahaan seenaknya menggusur," ujar Suwaini kepada Suara Pemred
.

Semi, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa lahan yang digusur adalah kebun karet. Bukannya pihak perusahaan yang mencoba menjernihkan masalah, Semi justru mencoba berkomunikasi dengan pihak PT LBP untuk mencari jalan keluar.

"Saya pernah menelpon pihak perusahaan mengenai masalah ini. Saya katakan di situ ada pohon karet. Tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan dari mereka. Rencananya saya akan urus masalah ini pada 15 Desember 2016 nanti dan akan melakukan negosiasi dengan perusahaan," ungkap Semi.

Semi
sangat mendukung kegiatan investasi perusahaan sawit, tetapi harus taat aturan.

"Saya bisa saja memberikan lahan,  tetapi tentu harus komunikasi dengan saya karena lahan yang saya beli ini adalah masa depan kelanjutan hidup saya dan keluarga saya," tandas Semi. (akh/bah)

Komentar