Penebar Ujaran Kebencian dan Pornografi di Media Sosial Diringkus

Sekadau

Editor Soetana hasby Dibaca : 2217

Penebar Ujaran Kebencian dan Pornografi di Media Sosial Diringkus
DITANGKAP - Heng pemilik akun Facebook atas nama Samsul Hadi, diapit personel Polres Sekadau. (SP/Ist)
PONTIANAK, SP – Polres Sekadau membekuk Heng (25), warga Jalan Abadi, Dusun Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Pemilik akun facebook  atas nama Samsul Hadi itu, kini menjalani pemeriksaan intensif di Polres Sekadau dengan sangkaan tindak pidana ujaran kebencian (Hate Speech) dan pornografi.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi Suwondo mengatakan Heng dijadikan tersangka penebar kebencian terhadap satu etnis tertentu di Kalimantan Barat melalui media sosial, serta penyebaran foto YAN, berbau pornografi.

Suhadi menuturkan melalui akun facebook atas nama Samsul Hadi, Heng  pada Jumat (9/12) sekitar  pukul  16.16 WIB, menulis status bernuansa SARA, menghujat satu etnis tertentu dengan maksud etnis tersebut diserang. Dalam akunnya, Heng juga menyanjung satu etnis lain.

“Padahal tersangka sendiri dari Etnis yang dihujat,” ujar Suhadi, Selasa (13/12).

Ditegaskan Suhadi, tindakan tersangka sangat berbahaya dan sensitif. “Karena dapat menimbulkan konflik antar-etnis dan bahkan bisa menimbulkan  konflik antar-agama. Oleh karenanya pihak Kepolisian cepat mengambil langkah dengan menangkap tersangka dan menahannya, Jumat (9/12) lalu,” ungkap Suhadi.

 Hasil pemeriksaan sementara, Suhadi mengatakan, tindakan penebar kebencian di media sosial itu, dilakukan tersangka lantaran sakit hati kepada mantan istrinya yang kini bekerja di luar negeri.

Polres Sekadau juga menetapkan Heng sebagai tersangka penyebar foto pornografi YAN yang ditempel di tiang Jalan Abadi, pada Senin (31/10) lalu. Suhadi menjelaskan, Polres Sekadau, Rabu (23/11), menerima laporan Sri Kantil, orang tua YAN, melaporkan penyebaran foto pornografi anaknya.

 Dikatakan Suhadi, tersangka dikenakan pasal berlapis, pasal 210 ayat 2 KUHP,  pasal 29 dari Undang-Undang No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, juga pasal  28 ayat 2 dari Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Suhadi menambahkan, menangkal provokasi, Selasa pagi, Polres Sekadau mengumpulkan tokoh masyarakat, tokoh agama, anggota FKUB dan berbagai elemen masyarakat supaya tidak terprovokasi dengan ujaran tersangka media sosial. (ang/aju)

Baca Juga:
Polisi Amankan Pelaku Curat di Kantor CU
87 Desa di Sekadau Masih Menunggu Pencairan DD Tahap II 

Suplai BBM ke Sekadau Tersendat





Komentar