Rabu, 23 Oktober 2019


Dua Desa di Sekadau Hilir Diterjang Banjir

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1105
Dua Desa di Sekadau Hilir Diterjang Banjir

TERGENANG- Genangan air di salah satu rumah warga di Desa Sungai Ringin, Kabupaten Sekadau, Minggu (22/1). (SP/Akhmal)

SEKADAU, SP – Sebanyak 13 rumah dan 10 hektare kebun karet terendam banjir,  akibat hujan yang mengguyur selama beberapa jam, Sabtu (21/1) malam.   Terdapat dua desa yang terkena banjir yakni Desa Sungai Ringin dan Desa Ensalang, Kecamatan Sekadau Hilir. Namun pada Minggu (22/1), banjir berangsur surut.

Ketua RT 04, RW 02, Dusun Ensali, Desa Ensalang, Endang menuturkan, banjir mulai menggenangi halaman rumah warga sejak pukul 06.00 WIB. “Air itu kiriman dari hulu Sungai Ensali,” ujarnya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi menuturkan, banjir akibat meluapnya air Sungai Sepan dan anak Sungai Entodan.
 

“Selain rumah warga, kurang lebih 10 hektare kebun karet warga juga terendam banjir. Tim BPBD juga telah turun ke lapangan untuk menginventarisasi lokasi yang terkena dampak banjir,” jelasnya.

Namun pada Minggu (22/1), banjir berangsur surut dan aktivitas masyarakat sudah kembali normal.
Akhmad menjelaskan bahwa banjir terjadi karena kurangnya kawasan resapan air. Banjir tersebut bersifat sementara karena curah hujan yang tinggi.

“Karena curah hujan yang tinggi, anak sungai tidak mampu menampung air hingga meluap dan merendam rumah dan kebun warga,” jelasnya.

Akhmad juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana seperti puting beliung atau angin kencang. Bagi masyarakat yang ingin pohon di sekitarnya ditebang, bisa menghubungi pihaknya.

“Kami siap membantu warga yang meminta pohon yang ada di sekitarnya dipangkas,” pungkasnya.

Selain itu, Akhmad juga mewanti-wanti masyarakat yang berada di Kecamatan Nanga Mahap yang berbatasan dengan Kabupaten Ketapang. Sebab, potensi banjir bisa terjadi di daerah itu meski tidak hujan. (akh/bah)