Aloysius Gandeng Pelajar Sekadau Cegah Radikalisme

Sekadau

Editor Syafria Arrahman ST Raja Alam Dibaca : 385

Aloysius Gandeng Pelajar Sekadau Cegah Radikalisme
TANDA TANGAN - Wakil Bupati Sekadau, Aloysius saat menandatangani spanduk pernyataan sikap, Sekadau Cinta Damai di Navasha, Jalan Panglima Nanga, Kota Sekadau, Sabtu (6/5). Berbagai upaya dilakukan oleh TNI, Polri serta pemerintah daerah bersasama-sama ma
SEKADAU, SP - Berbagai upaya dilakukan agar generasi muda tak terpengaruh hal-hal negatif, seperti radikalisme. Pihak keamanan dari unsur Polri dan TNI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga pelajar duduk bersama dalam menyakapi kondisi yang terjadi akhir-akhir ini.

Wakil Bupati Sekadau Aloysius menuturkan, keberagaman yang sudah ada itu harus dijaga. Dikatakan dia, yang terjadi belakangan ini harus disikapi secara bijaksana oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui kesepakatan ini, bersama-sama menandatangi Sekadau Cinta Damai, Sekadau menolak radikalisme,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan yang dilaksanakan di Cafe Navasha, Jalan Panglima Naga, Kota Sekadau, Sabtu (6/5).

Ia mengatakan, masyarakat dapat memilah hak-hal yang dapat merusak kerukunan dan kedamaian yang sudah terjaga, sehingga bisa menyikapinya dengan bijak. Kendati demikian, hal itu juga perlu menjadi perhatian bersama.

“Sekadau hingga saat ini belum ada paham-paham radikalisme yang masuk, bukan berarti tidak ada. Itu yang jadi perhatian bersama,” kata dia.

Masyarakat,baik NU, Muhammadiyah, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat hingga pelajar saling menyatakan sikap. Untuk itu, ia berharap kedepan dan seterusnya menyatakan bahwa NKRI harga mati.

Ia pun meminta, jika ada hal-hal yang dianggap menyalahi aturan dipersilakan untuk melapor. Masyarakat juga diminta untuk mempercayakan kepada aparat, kepolisian, TNI hingga pemerintah daerah dalam menyikapi hal tersebut.

“Ada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forkopimda dalam menyikapi permasalahan yang terjadi di masyarakat,” tuturnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sekadau, Kyai Mudhlar berharap pertemuan tersebut membuat Sekadau aman dan damai. Pihaknya menyambut baik adanya pertemuan tersebut, terutama dalam menyikapi permasalahan yang terjadi belakangan ini.

“Media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar sehingga bisa menyasar ke generasi muda, para pelajar,” kata dia.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Rahmah Sekadau itu mengatakan, perlu diberikan pemahaman yang besar kepada generasi muda. Sebab, bukan tidak mungkin generasi muda menjadi liar karena pemahamannya yang kurang.

“Harapannya Sekadau menjadi daerah yang damai dan dijauhkan dari radikalisme. Mari sama-sama mencegahnya agar radikalisme tidak menyebar dan perlu kerjasama semua pihak,” imbuhnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau, Kristianus CP mengatakan, pihaknya juga siap mendukung dan bekerjasama dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Bahkan, pihaknya juga tidak segan-segan untuk pasang badan menjaga NKRI.

“NKRI harga mati. Kami akan pergi ke kampung-kampung untuk menyampaikan hal-hal yang baik kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ia juga berharap dilakukan sosialisasi secara terus menerus ke sekolah-sekolah. Sehingga, para pelajar sebagai generasi muda terhindar dari hal-hal negatif, dengan pemahaman yang diberikan.

“Betapa indahnya kebersamaan, kerukunan dan kedamaian. Kita adalah agen perubahan, kalau bukan kita siapa lagi?” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolres Sekadau Kompol Adiono Dwi Waluyo, Pabung Kodim 1204/Sanggau Mayor Inf Budi Sumarjono, jajaran Polres Sekadau dan Danramil Sekadau Hilir, serta tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat serta puluhan pelajar dari sejumlah sekolah di Kota Sekadau. (akh/lis)