Polres Sekadau Telusuri Korban Lain Terapis Cabul

Sekadau

Editor Kiwi Dibaca : 585

Polres Sekadau Telusuri Korban Lain Terapis Cabul
ilustrasi
SEKADAU, SP – Perkara dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang terapis bernama Yohanes Duan (33) saat ini masih tengah didalami pihak kepolisian. Dugaan sementara masih ada korban lain, di samping empat korban yang telah diketahui.

“Pengakuan pelaku hanya ada empat korban. Tapi sekarang masih kita dalami lagi. Dan cari tahu kebenarannya,” kata Kasat Reskrim Polres Sekadau, IPTU M Ginting, kemarin. Menguatnya dugaan adanya korban ditengarai aktivitas pelaku sebagai terapis juga kerap melakukan pengobatan ke luar daerah.

“Kami berharap bagi siapa pun korban dapat segera melapor,” ucapnya. 
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau Suhardi mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan hal ini terjadi, apalagi Kabupaten Sekadau sudah dicanangkan sebagai Kabupaten layak anak (KLA).

"Jadi kita dalam kasus ini tentu kepada anak-anak yang terkena kasus kekerasan seksual ini harus direhab secara fsikisnya, agar anak-anak tersebut bisa menjalani aktivitas sebagaimana mestinya," ujar dia. Suhardi mengimbau seluruh orangtua harus tetap waspada dengan aksi dan kejadian ini.

"Dan para anak-anak yang lain yang barangkali mengalami kasus yang sama agar segera melaporkan ke pihak berwajib atau kepada kita, jangan takut karena dilindungi oleh UU,” ucapnya. Welbertus Willy, Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau mengutuk keras kejadian tersebut. Apalagi, perbuatan tersebut sangat merugikan masyarakat bahkan merugikan masa depan anak.

“Saya kira yang bersangkutan diproses sesuai hukum yang berlaku. Tapi koridor pada praduga tak bersalah dan dilakukan secara profesional,” tuturnya. Ia menuturkan, ada masyarakat yang menyebutkan jika yang bersangkutan dalam mengobati orang itu bagus. Namun, entah bagaimana saat mengobati empat orang tersebut pelaku melakukan tindakan pencabulan tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati, jangan sampai kecolongan lagi. Kalau mengobati orang kan tidak harus di ruang tertutup, ini kenapa harus di dalam kamar? Kecuali pemeriksaan medis, jadi perlu kehati-hatian,” imbaunya.

Selain itu, jika ada masyarakat lain yang merasa pernah menjadi korban dari tindakan pelaku agar melapor. Sehingga, hal ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat serta adanya efek jera bagi pelaku. “Kejadian ini harus menjadi pembelajaran, jangan sampai terulang kembali,” pungkasnya.

Sebelumnya, Yohanes Duan diamankan aparat kepolisian karena diduga melakukan pelecehan seksual kepada tiga anak di bawah umur.  

Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu M Ginting menuturkan, Yohanes Duan dikenal oleh masyarakat setempat sebagai orang yang bisa mendoakan atau terapis bagi warga yang mengalami kesusahan atau menderita suatu penyakit.   Namun demikian, kejadian bermula ketika, salah seorang warga mendatanginya untuk meminta mendoakan anaknya. Ternyata saat itu pelaku tidak hanya mendoakan, tapi langsung mengerayanginya.  

“Pelaku membawa korban ke dalam kamar. Lalu mengunci pintu kamar sehingga terjadilah perbuatan cabul tersebut,” katanya, Rabu (17/5).  

Menurut Ginting, aksi pelaku juga dilakukan terhadap dua anak lainnya dengan modus yang sama. Namun ternyata, dalam aksi terakhir, kelakuan pelaku diketahui orangtua korban. “Karena perbuatan tersebut, orang tua korban tak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Sekadau,” tuturnya.  

Ketiga korban masing-masing berusia dua anak berusia 14 tahun dan satu anak 13 tahun. “Barang bukti baju dan celana miliki ketiga korban sudah kami amankan. Selain itu, akan dilakukan visum et revertum dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pendampingan terhadap korban,” ungkapnya. (akh/ang)