Selama Ramadan, Polres Sekadau Jaring Empat Pasangan Mesum

Sekadau

Editor Kiwi Dibaca : 665

Selama Ramadan, Polres Sekadau Jaring Empat Pasangan Mesum
INTROGASI - Sejumlah wanita dan pria yang diamankan dari sebuah penginapan di Kota Sekadau dalam Operasi Penyakit Masyarakat, Senin (29/5) dini hari. Mereka diamankan karena tidak dapat menunjukan buku nikah saat diperiksa. AKHMAL/SUARA PEMRED
SEKADAU, SP – Dalam dua hari digelarnya Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), jajaran Polres Sekadau berhasil mengamankan empat pasang muda-muda bukan suami-istri. keempat pasang itu diamankan dari sejumlah penginapan di Kota Sekadau.

Kepala Bagian Operasional Polres Sekadau, Kompol O Umbu Sairo menuturkan, Operasi Pekat tersebut akan dilaksanakan hingga 9 Juni 2017 mendatang. “Sasarannya operasi pekat itu judi, minuman keras (miras), prostitusi, narkoba dan lain sebagainya,” katanya, Senin (29/5). Menurut Umbu, mereka yang terjaring tak hanya berasal dari Sekadau.

 Sebab, dari empat orang tersebut ada yang berasal dari kabupaten lain. Kedua pasangan bukan suami istri itu, kemudian dibawa ke Mapolres Sekadau untuk diperiksa.

“Mereka dibina dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ucapnya. Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Muslimin mengapresiasi operasi yang dilaksanakan oleh polisi. Apalagi dalam Operasi Pekat tersebut polisi tak hanya menjaring pasangan bukan suami istri tapi juga mengungkap kasus narkoba.

“Terlebih sekarang bulan Ramadan. Operasi pekat ini upaya untuk memberantas penyakit masyarakat, maupun tindak kriminalitas lainnya,” kata dia. Politisi Fraksi Partai Golkar itu mengatakan, hal ini juga untuk memberikan rasa keamanan dan ketertiban bagi masyarakat. Ia mengharapkan, momentum bulan Ramadan itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebaik-baiknya, khususnya bagi umat muslim.

“Dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan bukan hanya tugas polisi. Tapi tugas kita semua untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” tuturnya. Terlebih, pada bulan puasa dan menjelang Idul Fitri masyarakat juga harus waspada terhadap tindak kejahatan. Untuk itu, ia juga mewanti-wanti masyarakat agar tidak lengah karena tindak kriminalitas bisa terjadi kapan saja.

“Kalau pergi ke masjid, kondisi rumah diperhatikan juga, jangan asal ditinggal. Intinya masyarakat harus waspada,” pungkasnya. Pemuda Sekadau Abang Sutriyadi mengatakan kejadian yang seharusnya tidak terjadi pada bulan puasa seperti ini.

"Kami sangat menyangkan hal ini terjadi, kami berharap pihak Polres Sekadau terus melakukan razia agar tidak ada lagi menemukan pasangan yang tidak berstatus suami istri," ungkapnya. Apalagi, kejadian tersebut dilakukan di bulan suci Ramadan. "Tetapi apapun bentuknya, siapa yang melakukan kesalahan tentu ada sanksi hukum yang berlaku, karena negara kita negara hukum," pungkasnya. (akh/ang)