Lima Orang di Nanga Mahap Diduga Digigit Anjing Rabies

Sekadau

Editor Kiwi Dibaca : 489

Lima Orang di Nanga Mahap Diduga Digigit Anjing Rabies
ilustrasi
SEKADAU, SP - Kasus gigitan anjing terjadi di Kecamatan Nanga Mahap baru-baru ini. Sedikitnya, sudah lima kasus gigitan pada manusia yang dilaporkan kepada pihak pemerintah kecamatan. Namun, untuk mamastikan anjing tersebut positif rabies, tidaknya masih menggu hasil uji sampel otak anjing tersebut.

Camat Nanga Mahap, Hermanto menuturkan, sudah ada lima kasus gigitan yang dilaporkan kepada pihaknya. Bahkan, dari Desa Sebabas sampel sudah diserahkan kepada dinas terkait. “Yang kena gigitan dibawa ke Puskesmas untuk diberikan vaksin anti rabies (VAR). Kasusnya baru-baru ini,” ujar Hermanto, saat ditemui usia kegiatan safari Ramadan, Senin (5/6) malam.

“Tapi ini belum diketahui apakah rabies atau bukan. Masih menunggu hasil dari sampel yang sudah dikirim itu,” sambungnya. Ia meminta kepala desa maupun kepala dusun agar segera mengambil langkah bila ditemukan adanya gejala-gejala rabies pada hewan. Dikatakan Hermanto, jangan sampai penularannya semakin meluas.

“Kalau ada hewan yang menunjukan ciri-ciri rabies, basmi saja. Jangan digalau-galau (ditunggu-tunggu), ini sebagai upaya untuk mengantisipasinya,” ucapnya. Sementara itu, Bupati Sekadau, Rupinus mengatakan, belum diketahui apakah kasus tersebut rabies atau bukan. Untuk itu, ia berharap kepada masyarakat yang memiliki peliharaan dapat melaporkan agar bisa divaksin.

 “Kalau anjing itu, diobserbasi dulu apakah ada rabies atau tidak?,” kata dia. Rupinus menegaskan, agar pemilik hewan melaporkan sehingga hewan peliharaannya bisa divaksinasi oleh dinas terkait. Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak membawa hewan dari luar Kabupaten Sekadau.

“Antisipasi kalau ke daerah endemik rabes, jangan dulu bawa hewan dari luar ke Sekadau. Kalau peliharaannya mau langsung di basmi boleh juga, tapi jangan dimakan,” imbaunya. Sementara itu, Nuraini Suharsono, dokter hewan di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sekadau mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan dua sampel untuk diuji di Pontianak.

Untuk kasus gigitan, baru terjadi di Kecamatan Nanga Mahap. “Belum diketahui apakah rabies atau bukan, masih menunggu hasilnya. Kasus gigitan itu baru-baru ini terjadi,” tuturnya.

Dikatakan dia, warga yang digigit anjing sudah diberikan vaksinasi. Mereka, kata dia, langsung dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan. “Sudah divaksin semua,” pungkasnya. (akh/ang)

Komentar