Tim Akreditasi Nilai Pelayanan Puskesmas Selalong

Sekadau

Editor Kiwi Dibaca : 760

Tim Akreditasi Nilai Pelayanan Puskesmas Selalong
ilustrasi
SEKADAU, SP – Penilaian akreditasi terhadap Puskesmas Selalong di Kabupaten Sekadau perdana dilakukan, kemarin. Akreditasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Dari 12 Puskesmas di Kabupaten Sekadau, secara bertahap Puskesmas itu akan dilakukan akreditasi dan ditargetkan semua selesai tahun 2019 mendatang. Bupati Sekadau, Rupinus menyampaikan terimakasih kepada tim surveior nasional untuk akreditasi Puskesmas. Ia juga berharap adanya pembinaan yang dilakukan selama penilaian dilakukan.

“Selamat melaksanakan penilaian, karena ini baru dan perdana penilaian dilakukan tentunya di sana-sini masih ada kekurangan dan itu tentu akan selalu diperbaiki,” kata Rupinus. Dalam penilaian tersebut ada terdapat tingkatan. Puskemas Selalong, tentunya mulai dari apa yang mampu.

“Dimulai dari yang dimampu dan dinilai apa adanya,” ucapnya. Sementara itu, Ketua Tim Surveior, drg Elly Estalita Siagian mengatakan, ada tiga bidang penilaian di antaranya administrasi manajemen, bidang upaya kesehatan masyarakat dan bidang kesehatan upaya perorangan.

“Itu yang dinilai dengan elemennya masing-masing. Pertama telaah dokumen, menelusur ke lapangan apakah sesuai dengan telaah dokumen itu dengan penelusuran di lapangan,” kata dia. Untuk waktu penilaian, sudah dilakukan mulai dari penandatangan surat pernyataan. Kemudian ada kode etik tim surveior dan kode etik untuk Kepala Puskesmas.

“Jadi Kepala Puskesmas tidak boleh meninggalkan tempat selama proses penilaian berlangsung. Untuk penilaian berlangsung selama tiga hari,” bebernya. Pihaknya, hanya memotret dan menilai dan apa yang didapat tersebut disampaikan kepada Komisi Akreditasi pusat. Sehingga untuk menentukan grade yaitu tidak bisa dinilai, dasar, madya, utama dan paripurna, yang menentukan adalah Komisi Akreditasi Pusat.

“Ada timnya sendiri. Kami hanya memotret, menilai dan memberikan penilaian. Mereka (Komisi Akreditasi) yang menentukan hasilnya,” jelasnya. Elly mengatakan, di Kabupaten Sekadau baru satu Puskesmas yang dilakukan penilaian. Sepintas bagus hanya saja perlu dilakukan telaah dokumen dan telusur lapangan.

“Kemudian, apakah ini ada perencanaan berbasis masyarakat, karena harus berbasis masyarakat selain pelayanan di dalam gedung ada pelayanan di luar gedung,” tuturnya. Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Selalong, Subagio mengatakan, persiapan sudah dilakukan jauh-jauh sebelumnya. Ia menambahkan, jumlah pegawai Puskesmas Selalong sebanyak 52 orang.

“PNS hanya 16 sisanya tenaga magang dan honor,” ungkapnya. Ia tak menampik masih adanya kekurangan,terutama tenaga medisnya. Puskesmas Selalong hanya memiliki dua dokter, namun saat ini yang aktif satu dokter lantaran satu dokter lagi sedang melakukan pendidikan spesialis.

“Paling tidak, ada dua dokter bagian depan, jiwa dan dokter gigi. Untuk kekurangan sudah disampaikan kepada dinas kesehatan,” ucapnya. Ia pun berharap, hasil penilaian Puskesmas Selalong adalah paripurna. Hanya saja pihaknya tetap menerima apapun hasil yang didapat dari penilaian akreditasi tersebut. Ia juga mengapresiasi kerja keras pegawai Puskesmas yang sudah bekerja maksimal.

“Kami tetap berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Sekadau. Puskesmas Selalong adalah Pukesmas dengan kriteria perawatan gangguan jiwa dan ini hanya ada dua se Indonesia, di Provinsi Jawa Timur satu dan di Kalbar di Puskesmas Selalong,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sekadau, Aloysius, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, Kapolsek Sekadau Hilir, IPTU Masdar dan Danramil Sekadau Hilir Kapten Inf Indra Fiansyah. (akh/ang)

Komentar