Langganan SP 2

Polres Sekadau Amankan Tiga Pekerja PETI

Sekadau

Editor Kiwi Dibaca : 248

Polres Sekadau Amankan Tiga Pekerja PETI
ilustrasi
SEKADAU, SP – Jajaran Polres Sekadau telah melaksanakan operasi razia terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Kapuas 2017 di Dusun Simpi Madya, Desa Sungai Ayak II, Kecamatan Belitang Hilir, Rabu (26/7). Dalam razia tersebut, kepolisian berhasil mengamankan tiga orang pekerja PETI dan saat ini masih dalam pemeriksaan di Mapolres.

Kapolres Sekadau, AKBP Yury Nurhidayat menuturkan, operasi yang dilakukan hingga malam hari itu melibatkan hampir seluruh jajajran. Seperti misalnya Kasat Intel AKP Abdul Malik; Kasat Reskrim Iptu M Ginting; Kasat Narkoba Iptu Andreas Gintings; Paur Min Pers Bag Sumda Ipda Robert; dan KBO Satintelkan Polres Sekadau Ipda Didik D Putra.

Selain itu Polres Sekadau bersama Polsek Belitang Hilir melibatkan puluhan personel dalam operasi razia PETI tersebut. Yury menceritakan betapa sulitnya anggota untuk sampai ke lokasi. “Anggota harus berjalan kaki untuk menuju lokasi pertambangan emas. Untungnya di lokasi masih ditemukan para pekerja beserta alat-alatnya,” ujarnya.

Yury mengatakan, dari lokasi tersebut pihaknya juga mengamankan satu unit mesin dongfeng, satu unit mesin penyedot air dan satu spiral ukuran enam inchi. Selain itu, barang bukti yang turut diamankan satu paralon ukuran lima inchi, satu dulang, satu set peralatan kunci dan tiga keset. Adapun tiga orang yang diamankan itu masing-masing bernama Anus, Marlan dan Herman. Ketiganya kini diamankan di Mapolres Sekadau untuk diproses lebih lanjut.

"Masih proses dan dalam penanganan. Sebelumnya, dalam operasi yang digelar di Kecamatan Belitang Hilir, Senin (17/7), puluhan personel menyisir Dusun Simpi, Desa Sungai Ayak II dan Kampung Entulang, Desa Sungai Ayak II. Dari operasi tersebut polisi hanya menemukan sejumlah peralatan penambangan. Kasat Reskrim Polres Sekadau IPTU M Ginting mengatakan, operasi yang dipimpin Kabag Ops Polres Sekadau Kompol Kuntadi Budi Pranoto, pihaknya hanya mengamankan peralatan PETI saja.

“Saat personel mendekati lokasi para pekerja PETI melarikan diri. Kami hanya menemukan peralatan PETI saja,” ujarnya. Sedangkan di Kampung Entulang, Desa Sungai Ayak II hal yang sama juga terjadi. Saat polisi tiba di lokasi para pekerja melarikan diri dan meninggalkan peralatan penambangan.

“Kami mengamankan barang bukti dan peralatan lain yang tidak dapat dibawa dimusnahkan dengan cara dibakar. Mesin penambang yang tidak dapat diamankan ditenggelamkan di danau,” jelasnya. Ginting mengatakan, sejumlah barang bukti yang diamankan dari lokasi Dusun Simpi diantaranya satu unit mesin dompeng, satu unit pompa air, satu drum platik, empat paralon 5 inchi, dua paralon 1,5 inchi.

Selain itu, diamankan satu pipa spiral berwarna biru 6 inchi, satu jeriken dan satu set perlengkapan kunci mesin. Sedangkan di lokasi Kampung Entulang, kata Ginting, pihaknya mengamankan satu karpet, satu drum, tiga pipa spiral 6 inchi, dua pipa spiral 2 inchi dan segulung tali tambang. “Barang-barang tersebut kami amankan dan dibawa ke Mapolres Sekadau. Kami dapati sejumlah peralatan sedangkan para pekerja sudah melarikan diri,” pungkasnya. (akh/ang)