Dana PKH Tahap Tiga Disalurkan

Sekadau

Editor Kiwi Dibaca : 155

Dana PKH Tahap Tiga Disalurkan
DANA PKH - Warga antri saat mencairkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) tahap III di Kantor Pos Mauk, Tangerang (23/8). Di Sekadau, penyaluran dana PKH tahap tiga ini dilakukan, Minggu (13/8).
SEKADAU, SP - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau kembali menyalurkan dana bantuan sosial bertajuk Program Keluarga Harapan (PKH). Penyaluran dana PKH tahap tiga ini dilakukan, Minggu (13/8). "Saya lagi monitoring penyaluran PKH tahap tiga untuk Desa Ensalang dan Tapang Semadak di Kecamatan Sekadau Hilir. Di Desa Ensalang sebanyak 92 keluarga penerima manfaat (KPM) dan di Tapang Semadak sebanyak 129 KPM," ujar Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Suhardi.

Dinas sosial mendata, ada 3.100 keluarga di seluruh Kabupaten Sekadau yang akan menerima dana PKH. Masing-masing keluarga mendapat bantuan senilai Rp1,5 juta. Jika dikalkulasikan, program PKH yang masuk ke Kabupaten Sekadau mencapai Rp4,65 miliar. "Nanti masih ada penyaluran tahap empat. Kami akan validasi datanya dan kirim ke Kemensos dulu," terang pria yang juga pernah menjabat sebagai Camat Sekadau Hulu ini.

Suhardi mengharapkan dukungan dari semua pihak agar program PKH di Kabupaten Sekadau berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga tujuan peluncuran dana tersebut betul-betul bermanfaat bagi yang membutuhkan. Petronela Sisilia, warga Desa Sungai Ringin mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut. Bantuan ini tentunya sangat berguna untuk membantu kebutuhan keluarga. Dana bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan biaya sekolah anak-anaknya.

   “Penghasilan yang kami dapat hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari. Sangat membantu sekali dengan adanya bantuan ini. Apalagi anak-anak masih ada yang sekolah. Terimakasih dengan adanya bantuan ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Sementara itu, Kepala Desa Tapang Semadak Kecamatan Sekadau Hilir, Theresia Yusmini mengapresiasi disalurkannya dan bantuan sosial PKH langsung ke desa-desa. Apalagi, sebagian besar warganya merupakan petani yang sehari-hari menyadap karet dan bersawah.

“Kami apresiasi sekali, apalagi penyalurannya langsung ke sasaran yaitu langsung ke desa. Kalau biasanya masyarakat yang datang ke ibu kota kabupaten,” ungkapnya saat menemani warga menerima bantuan.

“Kalau sekarang lebih efisien, warga tidak perlu jauh-jauh lagi. Kalau ke kota itu belum lagi biayanya, kan tidak semua punya kendaraan,” imbuhnya. Untuk itu, ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan dengan baik oleh keluarga penerima manfaat. Sehingga, bantuan yang diberikan oleh pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Kami juga nanti akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial, sehingga ada sinkronisasi antara desa dan pemerintah daerah. Karena masih ada warga yang, sudah menikah tapi belum ada kartu keluarga sendiri tentunya ini berkaitan dengan data juga,” tuturnya. (akh/ind)