FKUB Sekadau Gelar Pertemuan Bahas Keberagaman

Sekadau

Editor Kiwi Dibaca : 190

FKUB Sekadau Gelar Pertemuan Bahas Keberagaman
Ilustrasi
SEKADAU, SP - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sekadau menggelar dialog lintas agama FKUB guna menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Sekadau, di Gedung Kateketik, Jalan Merdeka Selatan, Minggu (10/9).

Ketua FKUB Sekadau, Isnaini dalam paparannya di acara seminar mengatakan,  dalam kehidupan beragama terdiri dari tiga kerukunan yang harus dijaga seluruh masyarakat.
 “Kerukunan antar umat segama, umat beragama dan antara umat beragama dengan pemerintah,” ucap Isnaini.

Peran FKUB membantu pemerintah menjaga kerukunan antar umat beragama, serta membina umat beragama dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Perbedaan-perbedaan dalam kehidupan manusia merupakan anugrah dari Tuhan dan menjadi indah bila perbedaan tersebut digunakan sebagaimana mestinya,” lanjut Insnaini.
Ditegaskan Isnaini, ketika kerukunan antar umat seagama dan beragama serta dengan pemerintah baik, maka akan meningkatkan rasa nasionalisme dan kebinekaan dalam kerangka NKRI.

Di tempat yang sama, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sekadau, Darohman mengatakan, manusia hidup berbeda–beda, dan hal tersebut merupakan sunatullah ketentuan dari Tuhan, dengan tujuan untuk saling mengenal dan menyayangi.

“Kerukunan umat beragama memiliki trilogi kerukunan yang menjadi tugas Kantor Kementrian Agama dalam pembinaannya,” ujar Dorohman.

Ia menegaskan, jika tidak ada trilogi atau salah satu tidak terpenuhi, maka akan terjadi kepincangan dalam beragama.
"Dalam keberagaman beragama, peran para tokoh agama sangat besar dan mengedepankan dialog dalam kehidupan beragama," ungkapnya.

Kapolres Sekadau yang diwakili Kepala Bagian Operasi Kompol Kuntadi Budi Pranoto memaparkan bahwa, kerukunan antar umat beragama adalah yang utama, karena kerukunan bersumber dari keteraturan sosial yang menjadi sumber kehidupan.

Kuntadi juga mengakui besarnya peran tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dalam mempengaruhi pola pikir di masyarakat.
“Para tokoh ini menjadi leding sektor terdepan bagi pemerintah,” jelasnya.

Kepala Kantor Kementrian Agama Wilayah Kalimantan Barat Drs H Syahrul Yadi menyampaikan, beberapa faktor pendorong dan penyebab terjadinya pergolakan di masyarakat Indonesia akhir-akhir ini dalam beberapa kejadian.

“Semua itu tidak lepas dari permasalahan sumber daya alam Indonesia yang kaya, sehingga pihak luar ingin kita bercerai berai dan mengambil keuntungan jika terjadi perpecahan bangsa,” ujar Syahrul. (akh/jee)