Aktivitas Sekolah Lumpuh Akibat Banjir

Sekadau

Editor Kiwi Dibaca : 207

Aktivitas Sekolah Lumpuh Akibat Banjir
Direndam Banjir: Sebagian bangunan SMA 1 Menukung terendam banjir sehingga menyebabkan aktivitas sekolah lumpuh. Pihak sekolah mengambil inisiatif meliburkan siswanya
NANGA PINOH, SP – Banjir mulai melanda sejumlah desa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Melawi. Wilayah rawan banjir, seperti Kecamatan Menukung, Ella hingga ibukota Nanga Pinoh sudah banyak yang terendam air, utamanya pemukiman dan pasar yang memang berada tak jauh dari sungai.

Seperti di Kecamatan Menukung, banjir tak hanya merendam pemukiman dan pasar, tapi juga sekolah. Warga setempat, Febby Rahmana menungkapkan, SMAN 1 Menukung terpaksa meliburkan siswanya akibat banjir di wilayah itu. Kebijakan ini diambil pihak sekolah lantaran ruang kelas yang dipergunakan untuk belajar sudah mulai terendam banjir.

"Sekolah hari ini diliburkan karena banjir," kata Febby. Febby menambahkan, banjir juga menggangu akses ke lima desa di Kecamatan Menukung. Sehingga warga harus mencari alternatif jalan lain dengan jarak yang jauh. "Kalau menyeberang menggunakan rakit harus bayar Rp15 ribu,” katanya.

Di Kecamatan Nanga Pinoh, sejumlah desa di tepi Sungai Melawi juga mulai merasakan dampak air pasang. Kepala Desa Tebing Karangan, Sekoi menerangkan, saat banjir aktivitas warga pun terganggu dan tidak bisa turun ke ladang dan menyadap karet, sehingga otomatis berdampak ke pendapatan mereka.

“Selama banjir warga tidak bisa beraktivitas. Warga terpaksa hanya duduk manis saja di rumah. Akhirnya pendapatan juga tak ada masuk,” keluhnya. Hingga Selasa (28/11) siang, wilayah pasar pantai seperti Pasar Laja dan di sekitar Jalan Garuda sudah tergenang air. Walau belum terlalu tinggi, genangan air sudah mempersulit orang untuk berlalu lalang.

 Air juga masih sangat mungkin naik mengingat di wilayah hulu masih banyak daerah yang tergenang air, ditambah kemungkinan turunnya hujan. Camat Nanga Pinoh, Daniel, sudah mengingatkan Pemerintah Desa se-Kecamatan Nanga Pinoh supaya dapat secara aktif berkoordinasi dan memberikan laporan. 

   “Berikan imbauan kepada warga masing-masing  untuk meningkatkan  kewaspadaannya, terutama menjaga dan mengawasi anak-anak kecil, remaja, lansia di lingkungan masing-masing,” ungkapnya, Daniel juga minta kepada Pemerintah Desa untuk melaporkan kondisi masyarakat yang terkena dampak banjir kepada BPBD Kabupaten Melawi melalui camat.

“Pemerintah Desa juga kami minta supaya aktif dan kreatif membantu warganya terkait mengingatkan, mengevakuasi dan sebagainya dalam upaya melindungi warganya masing-masing,” ujarnya. (eko/jee)