Penderita Gangguan Jiwa berkeliaran, Warga Sekadau resah

Sekadau

Editor Kiwi Dibaca : 265

Penderita Gangguan Jiwa berkeliaran, Warga Sekadau resah
Ilustrasi
SEKADAU, SP – Maraknya penderita gangguan jiwa yang berkeliaran di Kabupaten Sekadau membuat warga merasa resah. Menurut salah seorang warga Desa Sungai Ayak, Kecamatan Belitang Hilir, Natus, akhir-akhir ini banyak ditemukan penderita gangguan jiwa yang berkeliaran di wilayah tempat tinggalnya. "Memang ini belum yang menggangu, namun kami mulai resah dengan kehadiran mereka,” kata Natus, Selasa (28/11).

Sebagai orangtua, Natus mengaku khawatir akan keselamatan anaknya saat berangkat ke sekolah maupun bermain di luar rumah.
“Khawatir juga jika tiba-tiba penderita gangguan jiwa ini mengamuk. Kita kan tidak tahu. Sementara anak-anak kita tengah beraktivitas di luar, tentu ini jadi kekhawatiran kami para orangtua,” kata dia.

Upaya penanganan penderita gangguan jiwa telah dilakukan Pemkab Sekadau melalui Dinas Sosial. Bagi warga yang anggota keluarganya menderita gangguan jiwa, dipersilahakn agar dibawa ke Rumah Sakit Jiwa di Selalong. "Nanti dalam proses penanganannya, Dinas Sosial akan bantu biayanya. Begitu alur prosesnya. Koordinasikan saja dengan pihak desa, kecamatan dan polsek melalui babinkantibmas,"  kata Kepala Dinas Sosial Sekadau, Suhardi Sementara Kepala Puskesmas Selalong,

Kecamatan Sekadau Hilir, Subagiyo mengatakan pihaknya siap membantu warga jiga ada keluarganya yang menderita gangguan jiwa. “Kita akan bantu dan kita harap tidak ada keluarga yang melakukan pemasungan terhadap keluarganya yang menderita gangguan jiwa,” harapnya.

Subagio juga mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Sekadau Hilir yang mengunjungi penderita gangguan jiwa di Sekadau. “Mereka senang. Apalagi ada cemilan-cemilannya untuk mereka, dan biasanya ada pembelajaran baca buku,” ungkapnya.

Ia berharap yang dilakukan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sekadau Hilir bisa membantu proses penyembuhan pasien gangguan jiwa yang tengah menjalani perawatan.
“Dengan seperti itu mereka juga saling berinteraksi. Sehingga tidak malu lagi ketika bertemu dengan orang lain,” pungkasnya. (akh/jee)