Gas Melon Mahal dan Langka, Pemkab Janji Akan Gelar Bazar

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 122

Gas Melon Mahal dan Langka, Pemkab Janji Akan Gelar Bazar
ANTRE – Masyarakat mengantre saat hendak membeli elpiji di sebuah agen. Di Sekadau, stok elpiji tiga kilogram mulai langka. Kalaupun ada, harganya naik. (Ant)
Iskandar, Warga Kabupaten Sekadau
"Ada kenaikan harga elpiji. Baru-baru ini malah harganya sudah mencapai Rp27 ribu per tabung. Padahal sebelumnya hanya Rp24 ribu"

SEKADAU, SP – Akhir-akhir ini, masyarakat mulai kesulitan mendapatkan gas melon tiga kilogram. Kalaupun ada, harga elpiji di tingkat pengecer, naik. Biasanya seharga Rp24 ribu, namun kini sudah mencapai Rp26 ribu hingga Rp27 ribu.

Satu di antara warga Kabupaten Sekadau, Iskandar mengungkapkan bahwa harga elpiji naik. 

“Ada kenaikan harga elpiji. Baru-baru ini malah harganya sudah mencapai Rp27 ribu per tabung. Padahal sebelumnya hanya Rp24 ribu,” ujarnya kepada Suara Pemred, Selasa (12/12).

Iskandar berharap stok elpiji stabil dan aman. Pasalnya, kebutuhan masyarakat atas elpiji sangat tinggi untuk kebutuhan memasak dan sebagainya. 

“Sebagian masyarakat tidak mempermasalahkan kenaikan harga elpiji selama masih bisa dijangkau. Asal barangnya ada,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Sekadau, Hironimus mengatakan, pihaknya akan menggelar bazar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terlebih akan menghadapi Natal dan Tahun Baru 2018. Hal ini dilakukan sebagai upaya yang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap elpiji.

“Barusan dari PT Roda Jaya Gemilang bahwa mereka akan melaksanakan bazar elpiji tiga kilogram pada 15 Desember mendatang di Pasar Baru,”  katanya.

Selain itu, Hironimus juga mengimbau para pedagang agar tidak memanfaatkan kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru 2018. Bila pun ada kenaikan tentunya yang masih dalam batas kewajaran.

“Bazar yang dilakukan adalah untuk membantu masyarakat, terutama yang akan menghadapi Natal dan Tahun Baru 2018,” pungkasnya.

Klaim Stok Aman 

Satu di antara pemilik agen elpiji, Reza menegaskan, sulitnya masyarakat mendapatkan elpiji bukan karena kelangkaan. Sebab, suplai elpiji ke agen tetap normal dan lancar. 

Sementara untuk elpiji berukuran 12 kilogram memang ada kenaikan harga. 

“Sebenarnya tidak langka. Intinya pas-pasan saja. Peningkatan permintaan pun juga tidak ada,” ujarnya.

Reza mengungkapkan, sejak sebulan terakhir ada kenaikan elpiji non subsidi. Bahkan kenaikan harga tersebut mencapai Rp10 ribu. Sedangkan untuk elpiji tiga kilogram tetap normal atau tidak ada kenaikan.

“Cuma barangnya itu segitu saja, tidak ada penambahan. Intinya untuk di Kabupaten Sekadau tidak ada kekurangan, cuma pas-pasan saja. Seumpamanya ada halangan delivery order (DO), itu pasti ada gejolak,” ungkapnya. (akh/bah)