Awal Tahun 2018 RSUD Sekadau Tangani 22 Pasien DBD

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 142

Awal Tahun 2018 RSUD Sekadau Tangani 22 Pasien DBD
Ilustrasi. Net
SEKADAU, SP – Awal tahun 2018 ini RSUD Sekadau telah menangani sedikitnya 22 pasien demam berdarah dengue (DBD). Sebagian besar penderita adalah anak-anak. Masyarakat pun diminta mewaspadai perkembangan nyamuk demam di lingkungannya masing-masing.

Salah seorang keluarga pasien Yutina (46) menuturkan, anaknya sudah tiga malam dirawat di RSUD Sekadau. Meski demikian, dia mengaku kondisi anaknya sudah membaik dari sebelumnya.

“Sekarang masih dirawat. Di lingkungan tempat tinggal saya ada juga yang kena DBD. Kini fogging sudah dilakukan,” ujarnya singkat. 

Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Sekadau, Slamet mengatakan, pihaknya masih menangani pasien DBD. Saat ini, kata dia, masih ada tiga pasien yang sedang dirawat di RSUD Sekadau. 

“Sepanjang Januari hingga hari ini kami sudah menangani sebanyak 22 pasien. Memang sebagian besar adalah anak-anak, dewasa juga ada,” ucapnya ditemui di RSUD Sekadau, Kamis (8/2) siang. 

Jumlah DBD pada Januari sebanyak 14 orang dan Februari delapan orang. Kondisi pasien, masih bisa tertangani oleh pihak rumah sakit. Ia mengatakan, untuk obat-obatan, tenaga medis dan lain sebagainya disiapkan.

“Memang untuk kasus DBD ini, setiap bulan pasti ada yang dirawat. Sejauh ini belum ada pasien yang meninggal dan pasien di RSUD Sekadau tertampung,” tuturnya. 

Untuk itu, Slamet mengimbau kepada masyarakat secara rutin menjaga kebersihan lingkungan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M plus. Hal ini, dilakukan sebagai langkah yang bisa dilakukan masyarakat mencegah terjadinya DBD.

“Selain itu, terjadinya DBD bisa karena ditularkan karena mobilisasi masyarakat. Antisipasi secara dini perlu dilakukan,” kata dia.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Sekadau, Henry Alpius mengatakan, pihaknya masih menangani pasien DBD. Pasien yang ditangani pihaknya tak hanya anak-anak saja, melainkan juga dewasa.

“Pasien dewasa juga ada. Memang sebagian besar yang dirawat merupakan anak-anak,” ungkapnya.

Pihaknya juga, terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Karenanya, jika demam sebaiknya segera diantisipasi sedini mungkin. Untuk memastikan DBD atau bukan harus dicek darahnya. Cek darah, kata dia, juga bisa dilakukan di pelayanan kesehatan seperti Puskesmas.

“Pemeriksaan darah itu untuk memastikan DBD atau bukan. Harus diantisipasi secara dini, jangan sampai demam itu dianggap demam biasa. Biasanya demam pada hari ketiga masuk hari keempat dan kelima itu masuk masa kritis. Kalau itu dibiarkan tentu akan membahayakan,” tuturnya.

Pihak rumah sakit, terus mempersiapkan diri mulai dari obat, tenaga medis dan lain sebagainya. Ia mengatakan, peran serta masyarakat juga sangat diperlukan yaitu melakukan upaya pencegahan salah satunya dengan menjaga lingkungan.

“Masyarakat bisa melakukan 3M plus. Tidur menggunakan kelambu dan bisa menggunakan lotion anti nyamuk. Intinya, jika demam jangan dianggap demam biasa dan harus dipastikan apakah DBD atau bukan,” tandasnya. (akh/ang)