3.700 Pelanggan Listrik di Sekadau Beralih ke Pra Bayar

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 114

3.700 Pelanggan Listrik di Sekadau Beralih ke Pra Bayar
Ilustrasi. Net
SEKADAU, SP - Memasuki era moderenisasi di bidang listrik, sebanyak 3.700 pelanggan di Kabupaten Sekadau yang masih menggunakan listrik pasca bayar akan beralih ke pra bayar atau memakai sistem token.

Manager PLN Ranting Sekadau Rizky Ramdhan Yusup menjelaskan, program ini merupakan program migrasi listrik nasional termasuk di Kalbar. Dan saat ini sudah disosialisasikan sebelumnya kepada masyarakat bahkan pihaknya sudah menyebar surat agar memakai listrik pra bayar.

"Namun, teknis kami di lapangan menggantikan Kwh manual menjadi listrik voucher. Dan saat ini sedang tahap pemasangan, ada 3.700 pelanggan yang akan beralih dari 32 ribu pelanggan listrik di Sekadau,” kata Rizky, Minggu (11/2).

Saat ini, sudah memasuki pusat Kota Sekadau, sebelumnya baru di kecamatan-kecamatan seperti Nanga Mahap, Nanga Taman, dan Sekadau Hulu.

"Yang paling banyak pelanggan belum memakai listrik pra bayar berada di Sekadau Hilir, untuk kecamatan lain sudah kita ganti," ujar dia.

Tidak ada biaya dalam penggantian tersebut. Hanya saja pelanggan akan dibebankan biaya token pertama. Menurut dia, menggunakan listrik pra bayar memiliki banyak manfaatnya buat masyarakat. Diantaranya dari sisi keamanan dan tidak ada lagi terjadi kesalahan catatan meter.

Selain itu tidak ada sanksi pemutusan, tidak ada biaya keterlambatan. Warga mengendalikan sendiri pemakaian secara terampil, pembelian voucher sesuai kemampuan keuangan.

“Mengenai pembayaran masyarakat bisa memilih layanan pembelian voucher seperti di Alfamart, Indomaret, SMS Banking, dan di ATM," bebernya.

Saat ini sudah mencapai 80 persen pergantian listrik pra bayar. “Jadi kita harap masyarakat Sekadau mendukung program ini agar berjalan dengan baik,” ucapnya.

“Dan saya tegaskan jika ada tim teknis di lapangan minta uang tolong sampaikan langsung ke Kantor PLN dan akan kami proses," timpalnya.

Masyarakat Sekadau Heru Hamdani mengatakan, mengenai sisi positif listrik pra bayar mungkin listrik akan aman dan bisa mengatur pemakaian sendiri.

Namun, dari sudut lain, masyarakat tentu sudah terbiasa menggunakan pasca bayar, dengan segala kelebihan dan kekurangan maka akan terkejut menggunakan listrik pra bayar ini. 

Kepala Desa Tembesuk, Nanga Mahap, Rayadi Yak mengatakan, pihaknya sangat mendukung program listrik pra bayar. “Karena intinya yang penting lampu hidup, kami bisa nonton, beraktivitas dan lain sebagainya. Itu sudah cukup puas dan merasa terpenuhi,” ucapnya.

Namun memang ada beberapa pesan yang harus di garis bawahi PLN maupun pemerintah. Bahwa diharapkan listrik ini bisa menjangkau ke seluruh wilayah pelosok dan pedalaman Sekadau. 

Anggota DPRD Sekadau Abun Tono mengatakan, masalah listrik ini sudah masuk ke kebutuhan pokok, karena hampir semua bahan masak menggunakan listrik. Seperti kompor listrik, memasak nasi, memasak sayur dan lauk, lemari pendingin, dan fasilitas lainnya.

"Artinya ini menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh pihak yang berkepentingan yaitu Pemkab dan PLN. Jadi mereka harus melakukan pendataan dari pelosok hingga ke pedalaman wilayah yang belum memiliki listrik," ujarnya. (akh/ang)