Korban Tertimpa Pohon dan Kebakaran Terima Tali Asih

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 161

Korban Tertimpa Pohon dan Kebakaran Terima Tali Asih
BANTUAN – Wakil Bupati Sekadau memberikan bantuan kepda korban kebakaran dan korban pohon tumbang di Sekadau di ruang rapat Kantor Bupati Sekadau, Selasa (13/2). (SP/Akhmal)

Pemkab Sekadau Salurkan Bantuan


Pemkab Sekadau menyerahkan bantuan sosial kepada warga korban kebakaran dan tertimpa pohon pada tahun 2017 lalu. Bantuan yang diserahkan pemerintah daerah tersebut untuk membantu meringankan beban mereka yang menghadapi musibah.

SP - Enam warga yang menerima bantuan sosial dari Pemkab itu, masing-masing Adnan korban kebakaran di Kecamatan Sekadau Hulu, Pitus Fhinsensius Awit korban kebakaran di Nanga Mahap, Ismail korban kebakaran di Sekadau Hilir. 

Kemudian, Syafarudin korban kebakaran di Sekadau Hilir dan Dedi Muhtar korban kebakaran di Kecamatan Belitang Hilir serta Markus Adu korban tertimpa pohon di Nanga Taman, saat itu anak dan istrinya meninggal dunia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Zakaria Umar berharap, bantuan yang diberikan Pemkab dapat bermanfaat bagi korban. Musibah-musibah yang terjadi itu, menjadi pembelajaran agar dikemudian hari bisa teliti dan waspada agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Baru-baru ini di Mahap juga terjadi kebakaran. Menurut informasi apinya dari dapur,” ujarnya di ruang rapat Bupati Sekadau, Selasa (13/2).

Untuk itu, Zakaria mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi seperti listrik, dapur dan sebagainya sebelum meninggalkan rumah. Hal ini, sebagai upaya mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

“Karena dikhawatirkan itu bisa menimbulkan kecelakaan atau bahaya,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sekadau, Aloysius menuturkan, bantuan yang diberikan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkab untuk meringankan beban masyarakat mengalami musibah. Bantuan yang diberikan itu juga disesuaikan dengan kemampuan daerah.

“Tolong jangan dilihat pada nilainya. Ini bentuk perhatian pemerintah membantu meringankan beban para korban kebakaran dan tertimpa pohon,” kata dia.

Menurut Aloy, musibah yang telah terjadi itu tidak dapat dihindari. Namun, kewaspadaan harus ada untuk mencegah terjadinya musibah yang tidak diingingkan. Kejadian-kejadian yang terjadi tersebut menjadi pembelajaran agar dikemudian hari tidak lagi terjadi.

“Namanya musibah tiba-tiba datang, termasuk kebakaran, tertimpa pohon dan lain sebagainya,” pungkasnya. (akhmal setiadi musran/ang)