33 Desa Akan Dialiri Listrik, DPRD Sekadau Siap Bekerjasama

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 127

33 Desa Akan Dialiri Listrik, DPRD Sekadau Siap Bekerjasama
PASANG LISTRIK – Seorang petugas tengah memasang sambungan aliran listrik. Saat ini di Sekadau sebanyak 33 desa akan segera dialiri listrik sesuai dengan program listrik desa pemerintah pusat. (Net)
Manager PLN Rayon Sekadau, Risky Ramadhan Yusup 
“Kami sudah survei dari 33 desa belum teraliri listrik di Sekadau. Tinggal menunggu pelaksanaannya,” 

SEKADAU, SP – DPRD Kabupaten Sekadau mendorong agar listrik dapat dirasakan seluruh masyarakat, sesuai dengan program listrik desa. Kenyataannya saat ini di Bumi Lawang Kuari sebanyak 33 desa yang belum teraliri listrik. Padahal, listrik menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut dia, salah satu desa yang belum terlairi listrik adalah di Belitang. Dia dilibatkan saat dilakukan dengar pendapat khususnya di Belitang Hulu. Dia menilai, belum masuknya listrik ke daerah itu lantaran ada warga yang belum mau menyerahkan lahan.

“Masih ada desa yang belum terjangkau aliran listrik. PLN menjadi harapan bagi masyarakat, kami wakil rakyat siap bekerjasama, karena listrik ini banyak sekali manfaatnya bagi masyarakat,” kata Ketua Komisi II DPRD Sekadau, Musa A, Minggu (18/2).

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, dengan adanya listrik anak-anak menjadi mudah belajar. Keberadaan listrik juga mendorong terbukanya komunikasi dan laporan desa-desa sehingga arus informasi menjadi lancar.

“Infrastruktur yang belum terpenuhi pembangunannya karena keterbatasan kemampuan daerah. Ke depan peningatakan infrastruktur dasar terus diupayakan,” ucapnya.

Dengan meningkatnya infrastruktur dasar itu, juga dapat menunjang PLN, terutama mengangkut material dan lain sebagainya. Ia menilai, PLN tidak bsa berjalan sendiri bila tidak ada infrastruktur dasar.

“Kami yakin, tidak ada kendala untuk program listrik desa. Ini bantuan dari pusat,” kata dia.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Sekadau, Risky Ramadhan Yusup mengatakan, pada 2016 lalu PLN merealiasikan sebanyak 12 lokasi pemasangan listrik. Ia mengatakan, tahun ini ada program listrik desa.

“Kami sudah survei dari 33 desa belum teraliri listrik di Sekadau. Tinggal menunggu pelaksanaannya,” ungkapnya.

Ia berharap, semakin banyak desa yang bisa terpasang jaringan listrik. Hal ini, tentunya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik. “Kami juga mohon bantuan dari DPRD dan siap bekerjasama, terutama untuk mengatasi kendala yang ada,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Risky mengungkap sebanyak 3.700 pelanggan listrik di Sekadau yang masih menggunakan listrik pasca bayar akan beralih ke pra bayar atau memakai sistem token.

Program itu merupakan program migrasi listrik nasional termasuk di Kalbar. Dan saat ini sudah disosialisasikan sebelumnya kepada masyarakat bahkan pihaknya sudah menyebar surat agar memakai listrik pra bayar.

"Namun, teknis kami di lapangan menggantikan Kwh manual menjadi listrik voucher. Dan saat ini sedang tahap pemasangan, ada 3.700 pelanggan yang akan beralih dari 32 ribu pelanggan listrik di Sekadau,” kata dia.

Pemasangan saat ini sudah memasuki pusat Kota Sekadau, sebelumnya baru di kecamatan-kecamatan seperti Nanga Mahap, Nanga Taman, dan Sekadau Hulu.

"Yang paling banyak pelanggan belum memakai listrik pra bayar berada di Sekadau Hilir, untuk kecamatan lain sudah kita ganti," ujar dia.

Tidak ada biaya dalam penggantian tersebut. Hanya saja pelanggan akan dibebankan biaya token pertama. Menurut dia, menggunakan listrik pra bayar memiliki banyak manfaatnya buat masyarakat. Diantaranya dari sisi keamanan dan tidak ada lagi terjadi kesalahan catatan meter.

Selain itu tidak ada sanksi pemutusan, tidak ada biaya keterlambatan. Warga mengendalikan sendiri pemakaian secara terampil, pembelian voucher sesuai kemampuan keuangan.

“Mengenai pembayaran masyarakat bisa memilih layanan pembelian voucher seperti di Alfamart, Indomaret, SMS Banking, dan di ATM," bebernya.

Kebutuhan Dasar Masyarakat


Aktivis pemuda Sekadau Abang Sutriyadi mengatakan, program listrik masuk desa sangat diharapkan semua warga di desa yang belum teraliri listrik. 

"Ini sangat didambakan oleh masyarakat kita, karena listrik merupakan kebutuhan dasar juga, terutama difasilitas dapur, fasilitas teknologi lainnya harus menggunakan listrik," ujarnya.

Menurutnya, di Kabupaten Sekadau memang ada desa dan dusun yang jauh dari pusat desa maupun pusat kecamatan. Namun, bagaimana inovasi dan komunikasi pihak PLN dan pemerintah daerah hingga pemerintah desa agar program ini bisa terealisasi cepat di wilayah-wilayah yang belum teraliri listrik. 

"Inilah saatnya peran sinergis antara pemerintah kabupaten dan desa, serta pihak PLN untuk memasuki jaringan listrik ke daerah pedalaman,” tuturnya.

“Sosialisasi dan pemberian pemahaman harus terus digalakkan agar warga kita mau menerima jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan lahan atau permasalahan lain bisa teratasi dengan baik, sehingga Sekadau bisa teraliri semua listrik," pungkasnya. (akh/ang)