25 Jemaah Umrah Belum Berangkat, Kemenag Sekadau Pastikan Hanya Soal Administrasi

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 200

25 Jemaah Umrah Belum Berangkat, Kemenag Sekadau Pastikan Hanya Soal Administrasi
UMRAH – Ribuan jemaah umrah saat berada di Masjidil Haram, Mekkah, pada Desember 2017 lalu. Keberangkatan 25 jemaah umrah asal Sekadau ditunda. Kemenag setempat memastikan penundaan itu hanya perosalan administrasi. (Viva)
Sebanyak 25 calon jemaah umrah asal Sekadau dikabarkan mengalami penundaan keberangkatan. Hal ini tentu membuat was-was para jemaah. Khawatir peristiwa penipuan seperti yang dilakukan First Travel kembali terulang.

SP - Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sekadau, Abdillah mengungkapkan, memang ada sejumlah jemaah umrah asal Sekadau yang ditunda keberangkatannya. Dari seharusnya berangkat bulan Januari, diundur Februari hingga Maret 2018. 

Tanpa menyebut nama travel dan merinci penyebab penundaan itu, Abdillah memastikan permasalahan itu hanya disebabkan persoalan administrasi.

“Hingga saat ini belum ada masyarakat yang melapor berkenaan dugaan penipuan travel umrah. Ini menandakan masyarakat sudah jeli dalam memilih biro perjalanan,” kata Abdillah, Selasa (27/2).

Sudah jauh-jauh hari, Kemenag telah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati bila memilih biro perjalanan haji dan umrah. Abdillah mengatakan, masyarakat harus tahu biro perjalanan yang dipilihnya itu terdaftar dan memang jelas keberadaannya.

“Travel yang dipilih terdaftar dan bisa dideteksi, artinya mulai dari kebenaran status travel dan sebagainya harus tahu, ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan,” ucapnya.

Ia mempersilakan masyarakat untuk bertanya kepada Kemenag sebelum memilih biro perjalanan haji atau umrah. Terlebih dengan adanya beberapa kasus penipuan yang telah terungkap.

“Masyarakat khususnya di Sekadau harus selalu berhati-hati untuk mengantisipasi terjadinya penipuan. Alangkah baiknya dikoordinasikan atau tanyakan kepada kami,” kata dia.

Sementara itu, salah seorang jemaah umrah, Rommi mengatakan, dirinya merasa was-was dengan adanya penundaan keberangkatan itu, lantaran saat ini banyak sekali kejadian pembatalan secara sepihak dan ketidakjelasan keberangkatan umrah oleh biro jasa perjalanan.

"Saya melihat kondisi sekarang sangat miris. Jangan sampai kejadian yang sama terjadi di Sekadau. Maka jemaah harus terus berkoordinasi dengan biro trevel tersebut dan pemerintah setempat agar jadwal keberangkatan tidak ditunda," ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat yang ingin pergi umrah tentu harus menentukan biro trevel yang jelas, dan terus konfirmasi tentang rekam jejak travel.

"Agar kita tidak salah pilih travel, dan perjalanan ibadah kita ke tanah suci tercapai dan tidak terjadi kendala baik penundaan ataupun pembatalan keberangkatan (penipuan),” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Muslimin. Ia meminta masyarakat untuk berhati-hati memilih biro perjalanan umrah. Terlebih, dengan berbagai kasus yang telah terungkap sehingga merugikan banyak orang. 

“Untuk itu, masyarakat harus berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah. Jangan sampai menjadi korban, uang sudah disetor tapi tidak jadi berangkat,” kata Muslimin.

Berbagai kasus yang terjadi itu, harusnya menjadi pelajaran. Mengingat, tak sedikit masyarakat yang dirugikan karena biro perjalanan yang dipilihnya tidak kunjung memberangkatkan. Bahkan, menipu calon jemaahnya. (akhmal setiadi musran/ang)