Rupinus Tergetkan Sekadau Swasembada Beras

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 152

Rupinus Tergetkan Sekadau Swasembada Beras
Ilustrasi. Net
SEKADAU, SP - Bupati Sekadau, Rupinus mengapresiasi kelompok tani Mukti Jaya di Kampung Setapang, Desa Perongkan, Kecamatan Sekadau Hulu. Apalagi, dengan minimnya sarana seperti alat mesin pertanian kelompok tani tersebut bisa memanen dua kali setahun.

“Luas 22 hektare dan sudah bisa melaksanakan panen setahun dua kali. Harapannya ke depan semakin ditingkatkan, peningkatan mutu dan kualitas hasilnya lebih maksimal lagi,” kata Rupinus, usai melakukan panen perdana, Rabu (7/3).

Sekadau memiliki 15.000 hektare lahan sawah pertanian. Ia berharap, ke depan masyarakat lokal tidak tergantung beras dari luar. Paling tidak, bisa memproduksi sendiri dan memenuhi kebutuhan sendiri.

“Pemkab siap mendukung kelompok tani. Untuk Alsintan, kelompok tani bisa mengajukannya agar bisa diakomodir,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mendorong lahan berpotensi untuk pertanian agar bisa digarap. Tak hanya itu, bersama TNI dan Pemkab juga ada program cetak sawah.

“Kemudian, mendayagunakan dan memanfaatkan sumber-sumber yang ada. Sehingga, hasil produksinya lebih maksimal lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Perongkan, Heryono. Ia mengatakan, untuk menunjang alat pertanian saat ini belum memadai, bahkan meminjam alat pertanian dari kelompok pertanian lainnya.

“Luas sawah di Dusun Setapang seluas 22 hektare lebih. Hanya saja tidak dalam satu hamparan,” ungkapnya. 

Di desa yang dipimpinnya itu ada sebanyak 14 kelompok tani. Ia berharap, lahan tidur bisa berpotensi bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian. 

“Mudah-mudahan apa yang menjadi kebutuhan kelompok tani bisa terpenuhi,” harapnya.

Hal senada juga diungkapkan, ketua kelompok tani Mukti Jaya, Ali Mahmudi. Ia mengatakan, kelompok tani tersebut sudah ada sejak 1991 silam. Untuk produksi bisa mencapai 3,5 ton lebih per hektare. Bisa mencukup kebutuhan keluarga, bahkan bisa dijual untuk menambah pendapatan petani, ini juga bisa memotivasi petani-petani lainnya untuk lebih giat lagi.

“Alat mesin pertanian yanh dibutuhkan seperti mesin perontok dan lainnya. Mudah-mudahan apa yang menjadi kebutuhan kami bisa terpenuhi,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kabupaten Sekadau Sandae mengatakan, masalah pangan terutama produksi padi itu tidak bisa dipenuhi jika hanya dinas teknis. Ada kaitan dengan sektor lain. 

"Saya harapkan ini menjadi salah satu pendukung walaupun belum resmi. Kecukupan beras 2016 hingga sembilan bulan. Kita sudah 11 bulan 14 hari pada 2017 untuk kecukupan beras," ujarnya.

Ia menekankan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Kabupaten Sekadau dapat terus memacu para petani. (akh/ang)