Desa Perongkan Nyaris Terisolir, Akses Jalan Rusak Parah

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 169

Desa Perongkan Nyaris Terisolir, Akses Jalan Rusak Parah
JALAN HANCUR – Seorang pendara sepeda motor sedang mendorong kendaraannya akibat kondisi jalan menuju Dusun Penepah, Desa Perongkan, Kecamatan Sekadau Hulu, rusak parah. (SP/Akhmal)
Kades Perongkan, Heryono
“Adanya perbaikan paling tidak bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melintas. Dengan kondisi seperti sekarang ini, masyarakat yang melintas harus ekstra berhati-hati,”

SEKADAU, SP – Akses menuju Dusun Penepah, Desa Perongkan, Sekadau Hulu nyaris terputus. Pasalnya salah satu jalan utama ke desa yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit itu rusak parah. Kondisi jalan yang masih berupa tanah bebatuan terlampau sulit dilalu kendaraan, khususnya roda dua.   

Kepala Desa Perongkan, Heryono mengatakan, sedikitnya ada sebanyak lima titik jalan yang mengalami kerusakan parah. Dan seluruh jalan tersebut berada di kawasan perkebunan milik perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di wilayah tersebut.

“Jalan tersebut merupakan jalan perusahaan. Masyarakat kerap melintasi jalan tersebut. Hanya saja, kondisinya rusak, lantaran masih berupa jalan tanah. Terlebih jika hujan,” Heryono, kemarin.

Untuk itu, dia sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun perusahaan setempat, terutama untuk memperbaiki kondisi jalan. Mengingat, banyak masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut.

“Adanya perbaikan paling tidak bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melintas. Dengan kondisi seperti sekarang ini, masyarakat yang melintas harus ekstra berhati-hati,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo menuturkan, pada tahun ini ada pembangunan jalan poros menuju Dusun Penepah, Desa Perongkan. Meski ia tak menjelaskan secara rinci mengenai panjang jalan yang akan dibangun tersebut, namun dia pastikan akan segera terealisasi.

“Intinya ada pembangunan Jalan Penepah masuk dalam pembangunan tahun 2018 ini,” ungkapnya.

Pembangunan tersebut, kata dia, menggunakan sistem lelang. Apalagi, untuk pembangunan yang dianggarkan di atas Rp200 juta.

“Anggaran untuk pembangunan Jalan Penepah sekitar Rp500-an juta. Mudah-mudahan cepat selesai pelelangannya nanti agar segera dilaksanakan,” kata dia.

Ia mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk membangun infrastruktur jalan dan jemabatan di Kabupaten Sekadau. Namun tentunya pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap. “Tentunya juga sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada,” tuturnya.

Keluhan terkait kerusakan jalan masih kerap terjadi. Keterbatasan anggaran menjadi alasan pemerintah daerah melakukan perbaikan dengan cepat. Namun demikian, setiap tahun pemerintah daerah selalu menganggarkan perbaikan jalan di sejumlah wilayah. 

Tahun 2018 ini, Pemkab Sekadau menganggarkan Rp20 miliar guna menuntaskan pembangunan jalan di wilayah Kecamatan Belitang. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Bupati Sekadau Aloysius.

Ia mengatakan program pembangunan ini adalah untuk peningkatan infrastruktur di tiga Kecamatan Belitang, yakni Belitang Hilir, Belitang, dan Belitang Hulu

"Ini adalah program Bupati Sekadau dan tahun 2019 harus sudah selesai semua, dan untuk jalan poros Belitang kita anggarkan Rp20 miliar," ucapnya.

Mengenai titik jalan yang dimaksud, mulai dari beberapa desa yang terdiri dari dua kecamatan.

"Misalnya dari Desa SP 2 Desa Maboh Permai Kecamatan Belitang menuju Desa Kumpang Ilong Kecamatan Belitang Hulu, lalu dari Kumpang Ilong langsung menuju Balai Sepuak yang merupakan pusat Kota Kecamatan dan wilayah timur Sekadau," sambungnya.

Menurutnya, upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Sekadau tentu harus sejalan juga dari pihak Perusahaan sawit yang ada di wilayah Belitang.

"Sebenarnya kalau empat Perusahaan di Belitang itu mau membantu untuk perbaikan jalan yang rusak, masyarakat tidak susah seperti sekarang. Kami mau perusahaan mendukung program pemerintah dan juga mempertimbangkan keluhan warga jika ada jalan rusak tolonglah diperbaiki sebelum proyek itu berlanjut," ungkapnya.

"Dan Kita sudah meminta kepada Perusahaan untuk perbaikan jalan yang rusak, tapi Perusahaan selalu memperhitungkan ruginya, padahal sudah dibagi zona untk perbaikan jalan," sambungnya.

Perusahaan Harus Terlibat


Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Muslimin mengimbau perusahaan untuk melaksanakan program corporate social responsibillity (CSR) dengan maksimal untuk memperbaiki jalan tersebut. Untuk itu, perusahaan juga diminta tak tutup mata terhadap rusaknya jalan tersebut.

“Untuk diketahui jalan itu dipergunakan perusahaan untuk mengangkut sawit yang menggunakan kendaraan besar. Tidak sesuai tonasenya,” beber politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Muslimin mengatakan, hal ini harus menjadi perhatian pihak terkait. Sehingga, masyarakat akan menjadi nyaman. Sementara, jalan tersebut juga menjadi urat nadi perekonomian masayrakat setempat, termasuk mendistribusikan hasil pertaniannya.

“Jika lambat mendapat perhatian dari perusahaan dan pihak terkait akan berdampak pada ekonomi masyarakat. Apalagi banyak anak-anak yang melewati jalan itu dengan menggunakan sepeda motor untuk menuntut ilmu, kalau tidak hati-hati bisa celaka,” pungkasnya yang juga berasal dari Dapil II itu. (akh/ang)