Poktan Mukti Jaya Terapkan Mina Padi

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 76

Poktan Mukti Jaya Terapkan Mina Padi
TABUR PAKAN – Bupati Sekadau Rupinus bersama rombongan menabur pakan ikan di lokasi pertanian milik Kelompok Tani Mukti Jaya di Dusun Setapang, Desa Perongkan, Sekadau Hulu. Kelompok tani setempat menerapkan metode pertanian dengan cara Mina Padi. (SP/Akh

Bersawah Sekaligus Budi Daya Ikan Kurangi Beban Petani


Mina Padi merupakan usaha tani gabungan yang memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi untuk budi daya ikan. Namun, Mina Padi ini tak banyak dilakukan oleh para petani. Di Sekadau Mina Padi dilakukan oleh kelompok tani di Kampung Setapang, Desa Perongkan, Kecamatan Sekadau Hulu.

SP - Bahkan, Mina Padi dianggap salah satu metode yang dinilai dapat mengurangi beban petani. Para petani berinisiatif menggunakan metode Mina Padi dengan berbagai jenis ikan yang dibudidaya, seperti seperti lele, bawal, emas hingga nila.

Ketua Kelompok Tani Mukti Jaya Kampung Setapang, Desa Perongkan, Kecamatan Sekadau Hulu, Ali Mahmudi mengungkapkan, budi daya ikan dengan metode Mina Padi tidak sulit. Budi daya ikan dapat dilakukan di lahan sawah yang ditanami padi.

“Tidak begitu sulit. Itu (Mina Padi, red) bahkan mengurangi beban petani,” ujarnya, pada Suara Pemred, kemarin.

Ia menjelaskan, dimaksud mengurangi beban petani, yaitu meski tidak dipupuk kotoran dari sisa makan atau pakan ikan sudah menjadi pupuk padi. Hasil budi daya ikan tersebut juga bisa memberikan keuntungan bagi para petani yang menggunakan metode Mina Padi.

“Saat ini istilahnya seperti tumpang sari. Mudah-mudahan ke depan berkembang dan perlunya dukungan dari pemerintah,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sekadau, Rupinus mengapresiasi kelompok tani tersebut. Rupinus juga memiliki harapan yang sama dengan para petani, yakni Mina Padi yang dilakukan oleh kelompok tani tersebut dapat berkembang.

“Dengan Mina Padi petani juga bisa mendapatkan hasil budi daya ikan. Harannya produksi petani juga meningkatkan,” tuturnya.

Pemkab, kata Rupinus, siap mendukung para petani, terutama untuk meningkatkan produksinya. Ia mengatakan, apa yang menjadi kebutuhan petani agar diajukan sesuai kebutuhannya.

“Untuk alat mesin pertanian (Alsintan) kelompok tani bisa mengajukan agar bisa diakomodir,” pungkasnya. 

Mina Padi sendiri adalah suatu bentuk usaha tani gabungan (combined farming) yang memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam untuk budi daya yang memaksimalkan hasil tanah sawah. Mina Padi dengan demikian meningkatkan efisiensi lahan karena satu lahan menjadi sarana untuk budi daya dua komoditas pertanian sekaligus. Mina padi termasuk dalam sistem pertanaman campuran, dipandang dari kacamata agronomi. (akhmal setiadi musran/ang)