Api Tungku Hanguskan Rumah Dirjo di Landau Kodah

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 176

Api Tungku Hanguskan Rumah Dirjo di Landau Kodah
TERBAKAR – Rumah milik Dirjo (70) warga Desa Landau Kodah, Sekadau Hilir saat dilalap api, Rabu (14/3) pagi. (Ist)
SEKADAU, SP – Sebuah rumah di Jalan Raja Sungut, Dusun Kodah Raya, Desa Landau Kodah, Kecamatan Sekadau Hilir ludes dilalap si jago merah, Rabu (14/3) pagi. Kendati tak ada korban jiwa, namun harta benda pemilik rumah tak ada yang bisa diselamatkan.

Bhabinkamtibmas Polsek Sekadau Hilir, Brigadir Nanang Apriadi menuturkan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Rumah tersebut, kata dia, didiami Dirjo (73) bersama seorang keluarganya.

Diketahui pula, saat kejadian Dirjo dalam kondisi sakit. Struktur bangunan rumah yang semi permanen juga membuat api cepat membesar. Kini, rumah yang didiami dua orang tersebut, kini rata dengan tanah.

“Rumah berukuran 6x9 meter itu semi permanen, berdinding kayu dan atap seng. Barang-barang tidak ada yang sempat diselamatkan,” ujarnya.

Nanang mengatakan, api yang berasal dari belakang rumah itu diduga berasal dari tungku masak. Mengetahui kebakaran tersebut, masyarakat setempat bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya.

“Tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp60 juta. Kami juga berkoordinasi dengan pihak desa agar korban mendapatkan bantuan,” harapnya.

Kepala Desa Landau Kodah, Yanto Linus saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kejadian itu sekira pukul 07.00 WIB. Akibat kebakaran tersebut, satu unit rumah warga ludes terbakar.

“Saat ini warga kami yang menjadi korban kebakaran diungsikan ke rumah warga,” katanya singkat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak desa. Ia mengatakan, secepatnya pihaknya akan membantu korban kebakaran tersebut.

“Kami tindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Kades Landau Kodah,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat berhati-hati dan waspada. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya bahaya atau musibah karena kelalain manusia.

“Namanya musibah memang tidak ada yang tahu. Namun, kewaspadaan dan kehati-hatian sangat perlu,” pungkasnya. (akh/ang)