Warga Perbaiki Jembatan yang Rusak Akibat Banjir

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 153

Warga Perbaiki Jembatan yang Rusak Akibat Banjir
JEMBATAN RUSAK - Camat Sekadau Hulu saat meninjau Jembatan Sungai Menterap yang sempat rusak dihantam banjir bandang, Sabtu (10/3) kemarin. Jembatan tersebut kini sudah diperbaiki secara gotong-royong oleh masyarakat setempat. (SP/Akhmal)
SEKADAU, SP - Jembatan Sungai Menterap, Dusun Sungai Agong, Desa Mondi, Kecamatan Sekadau Hulu sempat rusak dihantam derasnya arus air sungai saat banjir bandang, Sabtu (10/3) kemarin. Jembatan tersebut merupakan akses penghubung Desa Mondi dengan beberapa dusun lain diantaranya Jangka Riam, Sengiang Gurong dan Landas.

Camat Sekadau Hulu, Yangsun menuturkan, pihaknya telah meninjau lokasi jembatan tersebut. Dia menerangkan, kejadian banjir bandang yang nyaris merobohkan jembatan itu sekira pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB. 

Saat itu, debit air meninggi dan arus deras membawa kayu-kayu berukuran besar, sehingga menghantam tiang dan lantai jembatan.

“Beberapa bagian jembatan rusak, diantaranya lantai, tali sayap gelegar jembatan patah dan hanyut dibawa derasnya air,” kata Yangsun, Rabu (14/3).

Yangsun mengatakan, untuk mengatasi rusaknya jembatan tersebut masyarakat Dusun Gedet Bandan dan Sungai Agong bergotong-royong melakukan perbaikan. Dan kini, setelah kejadian banjir pekan lalu, jembatan itu sudah bisa difungsikan kembali.

“Perbaikan sementara yang dilakukan masyarakat secara sederhana. Saat ini arus transportasi masyarakat menjadi normal seperti biasa,” ucapnya.

Kendati sudah normal kembali, untuk muatan kendaraan khususnya sepeda motor harus dibatasi. Pasalnya, kondisi jembatan masih sangat rawan bila dilalui sepeda motor yang bermuatan berat.

Ia berharap, perbaikan jembatan tersebut diakomodir oleh pemerintah daerah melalui instansi terkait. Menurut Yangsun, berdasarkan informasi, perbaikan jembatan tersebut telah masuk dalam anggaran 2018 dalam bentuk rehab.

“Mudah-mudahan terealisasi dengan baik,” harapnya.  

Sementara itu, Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo mengatakan, pemerintah daerah terus pembangunan baik itu jembatan maupun jalan. Ia mengatakan, hal itu tentu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Kami upayakan untuk dimasukan dalam anggaran darurat. Itu termasuk untuk longsor yang terjadi di depan Masjid At Taqwa, Desa Mungguk,” katanya singkat. (akh/ang)