Dinas Pertanian Bantah Kehabisan Pupuk Bersubsidi

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 142

Dinas Pertanian Bantah Kehabisan Pupuk Bersubsidi
Ilustrasi. Net
SEKADAU, SP – Kabar kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Sekadau dibantah Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) melalui Kamelson, Kepala Seksi Pupuk, Pestisida dan Mesin Pertanian, kemarin. 

Menurut dia, pihaknya masih memiliki sebanyak lima ribu ton cadangan pupuk yang siap disalurkan kepada petani. 

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, sempat merebak isu kelangkaan pupuk subsidi di wilayah Kabupaten Sekadau. Bahkan, ada kelompok tani yang disebut-sebut tidak mendapat alokasi pupuk subsidi selama bertahun-tahun.

“Kabar tersebut dipastikan tidak benar. Tidak ada kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Sekadau, cadangan kita pada beberapa minggu lalu lima ribu ton," kata Kamelson, Minggu (18/3).

Kamelson mengatakan, mekanisme pengajuan kuota pupuk subsidi sudah sangat jelas. Tiap-tiap kelompok tani menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang disetujui oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat, kemudian diajukan ke Dinas Pertanian.

"Selanjutnya, kami di dinas menyerahkan RDKK tersebut kepada distributor pupuk, nanti distributor ajukan lagi ke produsen. Itu pun penyalurannya tidak serta-merta seperti membeli pupuk non subsidi di toko, ada alur mekanismenya. Dan penyaluran pupuk subsidi ini sangat ketat pengawasannya," terang dia.

Ia menambahkan, jika ada keluhan dari petani atau kelompok tani yang mengaku tidak mendapat jatah pupuk subsidi, itu mungkin saja karena pemahaman tentang alur untuk memperoleh pupuk subsidi kurang mendalam. Atau, yang bersangkutan belum menyusun RDKK dan mengikuti prosedur yang semestinya.

"Kami berharap Poktan lebih aktif menyusun RDKK, berkoordinasi dengan PPL masing-masing, atau datang kepada kami juga boleh, kita sama-sama cari solusinya. Kami juga siap turun ke lapangan," tuturnya.

Meski demikian, Kamelson tak menampik jika kuota pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Sekadau belum memenuhi harapan. Ia menyebutkan, setiap tahun idealnya dibutuhkan sekitar 15 ribu ton pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan bidang pertanian, perkebunan, palawija dan sebagainya.

"Terakhir kuota yang kita dapat di kisaran lima ribu ton, sebenarnya ideal cadangan pupuk di sekadau , kisaran 15 ribu ton, dan ke depan kita akan usahakan bisa tercukupi," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang distributor pupuk subsidi resmi di Kabupaten Sekadau, Alek mengaku stok pupuk subsidi di gudang miliknya saat ini masih tersedia.

"Stok selalu siap, kalau sudah mau habis biasanya langsung dikirim lagi dari produsen. Yang jelas jumlahnya sesuai kuota yang diajukan sesuai RDKK. Kita juga menyalurkan pupuk sesuai data, jika tidak ada RDKK kita tidak berani," terang Alek. (akh/ang)