Ambruknya Puskesmas Belitang II Masuk Tahap Penyidikan

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 228

Ambruknya Puskesmas Belitang II Masuk Tahap Penyidikan
AMBRUK – Tampak bangunan Puskesmas Belitang II yang ambruk pada akhir tahun 2017 kemarin. Dugaan terjadinya penyimpangan pada proyek pembangunan senilai Rp2 miliar itu masuk tahap penyidikan kejaksaan. (Delik KalBar)
SEKADAU, SP – Dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan Puskesmas di Desa Belitang II, Kecamatan Belitang, Sekadau, duah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Kejaksaan Negeri Sekadau. 

Sebagaimana diketahui, Puskesmas yang dibangun tahun 2016 dengan anggaran Rp2 miliar tersebut mendadak ambruk pada hari Jumat 15 Desember 2017 sore sekira pukul 18.00 WIB.  

“Saat ini masuk tahap penyidikan. Kejaksaan masih mengumpulkan alat bukti untuk menemukan tersangka,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Sekadau, Andri Irawan, Rabu (4/4). 

Menurut dia, penetapatan tersangka memang belum dilakukan, pasalnya masih menunggu keterangan ahli. Di samping itu kejaksaan telah melakukan pemeriksaan terhadap belasan orang saksi.

“Setidaknya sudah ada belasan saksi yang diperiksa penyidik. Kasus tersebut hingga saat ini masih diproses dan belum seorang ditetapkan tersangka,” ucapnya.

Dalam menghitung jumlah kerugian negara, kejaksaan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalbar. “Tim ahli didatangkan untuk mengecek ke lapangan. Untuk perhitungan kerugian negara menunggu audit oleh BPKP,” ucapnya.

Ia tak menampik, proses penyidikan berjalan lamban. Satu di antara kendala yang dihadapi adalah sulitnya koordinasi dan menunggu keterangan ahli. “Karena saksi ahli kan domisilinya tidak di Sekadau, red, jadi kadang menyesuaikan waktu mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau Muslimin berharap, kasus tersebut segera terungkap. Sehingga, masyarakat yang sempat dibuat heboh atas ambruknya Puskesmas tersebut menjadi tahu penyebabnya.

“Selain itu tidak menimbulkan opini atau spekulasi yang macam-macam di masyarakat. Mudah-mudahan kasus ini terungkap,” harap dia.

Politisi Fraksi Partai Golkar itu mengatakan, dibangunnya Puskesmas tersebut adalah untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan. Sedangkan, kondisi Puskesmas yang lama kerap terendam banjir.

“Dibangunnya Puskesmas baru agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal, tapi malah ambruk. Harapannya tentu kasus ini bisa diungkap,” pungkasnya. (akh/ang)