Jembatan Gantung di Dusun Kembian Putus

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 129

Jembatan Gantung di Dusun Kembian Putus
JEMBATAN PUTUS - Akibat curah hujan yang deras membuat sebagian wilayah di Desa Tamang dan Desa Cenaya, Kecamatan Nanga Mahap terendam banjir , bahkan jembatan gantung yang berada di Dusun Kembian Desa Cenaya terputus karena diterjangan arus sungai. (SP/
SEKADAU, SP - Curah hujan yang deras membuat sebagian wilayah di Desa Tamang dan Desa Cenaya, Kecamatan Nanga Mahap terendam banjir , bahkan jembatan gantung yang berada di Dusun Kembian Desa Cenaya terputus karena diterjangan arus sungai, Selasa (24/4) malam.

Kepala Desa Cenayan, Alexander mengatakan, Intesitas hujan yang tinggi menyebabkan beberapa dusun di Desa Cenaya terendam banjir bahkan mengakibatkan jembatan gantung di Dusun Kembian terputus diterjang arus sungai karena debit air sungai yang naik akibat dari hujan yang deras pada Selasa (24/4) malam. 

"Jembatan gantung itu putus sekitar pukul 23.00 WIB. Jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat setempat. Jembatan itu akses penghubung ke air terjun,” ungkap Alexander kepada Suara Pemred, Rabu (25/4).

Menurut AleX, dampak dari terputusnya jembatan tersebut juga menyebabkan warga yang berada di Dusun Kembian terisolir. Mengingat, jembatan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat setempat.

“Iya, sementara terisolir. Warga yang hendak menyeberang terpaksa nyebur, jembatan itu akses utama warga dusun kami,” ungkapnya.

Selain itu, banjir juga merendam sebagian Dusun Sengkabang, Desa Tamang, Kecamatan Nanga Mahap, bahkan merendam  lapangan sepak bola setempat. 

Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Nanga Mahap, Agus Dharma menuturkan, pihaknya masih melakukan pendataan sejumlah wilayah yang terendam banjir.

“Pagi, kami dapat laporan terjadi banjir di Sengkabang. Kami masih terus mendata wilayah mana saja yang terendam,” ujarnya singkat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi menuturkan, pihaknya sudah mendapatkan informasi terjadinya banjir di dua dua desa ini. Untuk lapangan bola yang terendam itu dikarenakan  wilayah tersebut berada di dataran rendah.

“Berdasarkan prakiraan BMKG ( Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika), curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir ini.  Apalagi wilayah disana (Nanga Mahap, red) daerah rawan terjadinya banjir,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai terjadinya banjir. Terutama, bagi masyarakat yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana banjir. 

“Untuk saat ini belum ada warga yang mengungsi akibat banjir. Kami akan terus monitor,” tuturnya. (akh/jek)